Mohon tunggu...
Irwan DwiPriyantono
Irwan DwiPriyantono Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa, Univesitas Negeri Jakarta

Olahraga

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengantar Pemikiran Para Sosiologi Klasik Marx dan Durkheim

14 September 2022   01:13 Diperbarui: 14 September 2022   01:19 183
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Karl Marx

Dialektika Marx

Dialektika berasal dari kata Yunani ‘Dialogo’ yang artinya pembalikan.atau,perbatahan. Dialektika juga dimaknai sebagai seni percapaian kebenaran melalui cara pertentangan dalam perdebatan dari satu pertentangan dalam perdebatannya dari satu pertentangan berikutnya. Terdapat 2 metode dalam memahami kenyataan tersebut:

1. Socrates: dialektika merupakan metode untuk memperoleh melalui cara-cara dialog, mempertanyakan dan kemudian membantah jawaban yang diperoleh untuk memperoleh kepastian pengetahuan.

2. Hagel: Tahapan afirmasi atau tesis, pengingkaran atau antithesis dan akhirnya sampai kepada integrasi dan sintesis

Prinsip otologis dialektika Hegel yaitu  ide-ide (kesadaran) berkembang melalui proses dialektika  dan  dunia ide realistan merupakan perwujudan dari dunia ide. Sedangkan Marx (dialektika materi) yaitu kenyataan berkembang melalui proses dialektika dan Dunia ide (kesadaran) merupakan perwujudan dari dunia realistas

Latar belakang pemikiran idealisme Hagel yaitu realistis terdiri dari ide-ide,pikiran,akal atau roh, dan bukan didasari atas materi atau kebendaan,  Sedangkan Latar belakang materialisme Marx: materi bukan merupakan produk dari pikiran, tetapi pikiran itu sendiri hanyalah hasil tertinggi dari materi

1. Materialisme Historis Merupakan interpretasi mengenai kehidupan masyarakat berdasarkan materi, dalam asumsi dasar:

A. Cara orang menyediakan kebutuhan-kebutuhan material yang secara umum hubungan antar institusi sosial dan ide-ide mereka yang lazim

B. Sejarah manusia digerakkan oleh kegiatan-kegiatan memenuhi kebutuhan dasar , pada historis berubah pada dirinya dengan terus memproduksi kebutuhan yang lebih banyak, sehingga kebutuhan manusia merupakan dasar motivasi sekaligus dasar ekonomi.

C.Kekuatan produksi material (kerja) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

D. Relasi produksi bergantung pada wilayah/kekuatan material produksi

E.Keadaan sosial merekalah yang menentukan kesadaran manusia

2. Materialisme Dialektis Ialah interpretasi atas segala fenomena alam yang terjadi bedasarkan landasan materi, dalam asumsi dasar:

A. Benda merupakan suatu kenyataan pokok, bahwa kenyataan itu objektif, tidak semata dalam kesadaran manusia.

B. Pengetahuan realistas secara otomatis tidak bisa dipisahkan dengan kesadaran manusia.

C. Materialisme mengakui bahwa kenyataan berada di luar presepsi kita tentangnya,sehingga kenyataan adalah penentu terakhir terhadap ide.

D. menyakini kebudayaan akan mengalami kemajuan

Asas materialisme dialektis yaitu:Gerak , berelasi,  perubahan dari kuantitatif kepada kualitatif dan sebaliknya,kontradiksi.

Kerangka struktur menurut marx ialah masyarakat harus selalu dipahami dalam kerangka struktur, yang meliputi suprastruktur (sosial,politik,budaya,filsafat,agama,Pendidikan,dan kesenian) dan infrastruktur (ekonomi).

Manusia menurut Marx ialah”manusia membuat sejarahnya sendiri,tetapi mereka tidak membuatnya seperti apa yang mereka inginkan, mereka tidak membuatnya dalam situasi yang mereka pilih sendiri,melainkan dalam situasi yang langsung dihadapi, ditentukan dan ditransmisikan dari masa lalu.”   Manusia dapat dibedakan dari hewan melalui kesadaran, melalui agama atau apapun yang kau suka.manusia mulai membedakan dirinya dengan hewan ketika mereka memproduksi kebutuhan mereka untuk bertahan hidup. Dengan memproduksi kebutuhan mereka untuk bertahan hidup manusia secara tidak langsung memproduksi material kehidupan mereka. Manusia dalam pembahasan Marx bukanlah subjek ataupun objek yang terpisah satu sama lain akan tetapi manusia merupakan subjek sekaligus objek. Masyarkat menurut Marx terbagi menjadi 2 yaitu: borjuis dan proletar.

A. ALIENASI (Keterangan diri manusia)

Menurut Marx alienasi bukan hanya berarti bahwa manusia tidak mengalami dirinya sebagai pelaku ketika menguasai dunianya(realitas/alam/benda), tetapi juga ia asing dalam dirinya sendiri sebagai manusia dan manusia lain. Alienasi pada dasarnya melanda dunia dan manusia secara pasif dan reseptif sebagai subyek yang terpisah dengan objek.

B. Sosialisme

Sosialisme merupakan jalan keluar atas antagonisme antara manusia dan alam, dan antara sesame manusia. Sosialisme menjadi solusi atas konflik antara eksistensi dan esensi, antara objektifikasi dan penegasan diri, antara kebebasan&keterikatan, antara individu&spesies. Sosialisme merupakan paham dimana hak milik pribadi atau properti serta pendistribusian kemakmuran dapat dikontrol secara bersama atau secara komunitas dan bukan oleh pribadi atau suatu kelompok saja.

C. Komunisme Sosialisme

Sosialisme sifatnya adalah Utopis atau mimpi atau sekedar teori tanpa Tindakan. Sedangkan komunisme yang didengungkan oleh Marx adalah Sosialisme yang bertindak dan diwujudkan. Oleh karena itu setelah muncul komunisme, kaum sosialis disebut kaum Utopis atau pemimpi. Sedangkan komunisme karl marx menyatakan bahwa dengan jalan revolusi sajalah kaum proletar (kaum tanpa capital/modal) dapat merebut sumber-sumber dan faktor-faktor produksi sehingga mengakhiri era kapitalisme dan menuju era hidup bersama dalam komunitas kemakmuran.

David Emile Durkheim

Lahir pada tanggal 15 april 1858 dan meninggal pada 15 november 1917. Karya Durkheim adalah the devision of labour in society (1893), The Rules Of Sociology Method (1895), Suicede (1987), The Elementary Froms Of Religious Life (1912).

Pokok bahasan Durkheim

1.Fakta Sosial

                Durkheim mengusulkan Bahwa kita harus membatasi sosiologi pada kajian analisis tentang fakta sosial. Dalam sudut pandang Durkheim, sosiologi sederhananya adalah “ilmu dari fakta sosial”.Fakta sosial dapat dilihat dalam struktur sosial dan institusi sosial. Fakta sosial bersifat eksternal,koersif, menyebar dan terpisah di luar individu. Fakta sosial merupakan suatu kenyataan yang memiliki karakter khusus, yakni mengandung tata cara bertindak, berpikir dan merasakan yang terjadi di luar individu, yang ditanamkan dengan kekuatan koersif. Durkheim membagi fakta sosial manjadi 2:

A. Fakta sosial material

Yaitu sesuatu hal yang dapat disimak,ditangkap dan diobservasi, yang merupakan bagian dari dunia nyata (external world) yang mengatur individu. Fakta sosial materil diantaranya seperti: masyarakat, komponen struktur masyarakat dan komponen morfologi.

B. Fakta sosial non material

Yaitu sesuatu yang dianggap nyata dan merupakan fenomena yang bersifat intersubyektif yang hanya dapat muncul dari dalam kesadaran manusia. Fakta sosial no material diantaranya seperti: norma,nilai-nilai,moralitas, kesadaran kolektif, representasi kolektif, peristiwa sosial dan budaya pada umumnya.

2. Solidaritas sosial

Dalam karya “The Division of labor in Society” Durkheim menganalisis pengaruh/fungsi kompleksitas dan spesialisasi pembagian kerja dalam struktur sosial dan perubahan yang diakibatkan dalam bentuk-bentuk pokok solidaritas sosial.menurut Durkheim solidaritas merupakan suatu keadaan relasi antara individu dan kelompok yang didasarakan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama dan diperkuat oleh pengalaman emosional bersama Menurut Durkheim pembagian kerja ini membuat suatu perubahan dalam struktur sosial dari solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Ciri solidaritas mekanik adalah; pembagian kerja rendah kesadaran kolektif kuat, hukum represif dominan, individualisme rendah, relatif saling ketergantungan rendah, bersifat primitif dan pedesaan. Sedangkan ciri solidaritas organil ; pembagian kerja tinggi, kesadaran kolektif rendah, hukum restitutif dominan, individualisme tinggi, saling ketergantungan tinggi, bersifat industrial-perkotaan.

Untuk menciptakan keteraturan sosial yang bersifat harmonis dan integratif dalam perkembangan pembagian kerja, maka diperlukan consensus intelektual dan moral.

3. Bunuh Diri (SUICIDE)

Pemikiran tentang bunuh diri merupakan dari karya buku Durkheim yaitu”SUICIDE(1987)”. Bunuh diri terjadi karena dua hal yaitu renggangnya solidaritas sosial dana terlalu eratnya solidaritas sosial. Orang yang bunuh diri adalah cerimana dari fakta sosial atau cerimanan masyarakat dari norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku didalam masyarakat. 4 tipe bunuh diri menerut Durkheim:

1.Bunuh diri egoistik (sesorang tidak lulus un sehingga siswa tersebut depresi lalu bunuh diri)

2. Bunuh diri anomik (bom bunuh diri atas nama jihad)

3. Bunuh diri altruistik (mendadak jatuh miskin karena ia merasa hidupnya udah ga ada arah lagi)

4. Bunuh diri fatalistik (hampitan ekonimi, meningkatnya popularitas)

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun