Mohon tunggu...
Inosensius I. Sigaze
Inosensius I. Sigaze Mohon Tunggu... Lainnya - Membaca dunia dan berbagi

Mempelajari ilmu Filsafat dan Teologi, Politik, Pendidikan dan Dialog Budaya-Antaragama di Jerman, Founder of Suara Keheningan.org, Seelsorge und Sterbebegleitung dan Mitglied des Karmeliterordens der Provinz Indonesien | Email: inokarmel2023@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

4 Strategi Pemerintah Mengatasi Krisis ISBN

3 Desember 2023   08:15 Diperbarui: 4 Desember 2023   05:36 523
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
4 Strategi Pemerintah Mengatasi Krisis ISBN| Ilkustrasi dari: istockphoto

Artinya bahwa buku yang layak harus minimal sudah dikaji oleh sebagian orang yang cukup kompeten dalam keilmuannya. 

Misalnya dalam momen bedah buku harus disertakan dengan bukti kehadiran dari kalangan akademisi.

4. Perlunya tim khusus lintas agama.

Dari keempat strategis itu tentu saja dibutuhkan satu tim khusus yang berdiskusi secara serius untuk menyeleksi dan memastikan kualitas sebuah buku.

Buku yang berkualitas tentu saja bebas dari gagasan-gagasan yang menentang Pancasila dan UUD 1945, bebas dari provokasi intoleransi di negeri ini.

Mungkinkah 4 strategi itu diterapkan?

Tulisan ini lebih merupakan tawaran alternatif dan masukan gagasan untuk dikaji lagi sejauh berguna dalam konteks krisis ISBN. 

Hal yang sangat penting tentu saja beberapa catatan berikut ini:

Pertama, kita berharap bahwa krisis ISBN tidak akan menjadikan anak bangsa ini kehilangan minatnya dalam menulis.

Kedua, pengetatan proses permohonan ISBN tidak akan menjadikan para penulis tanah air ini lesu dan tidak berdaya.

Ketiga, regulasi baru diharapkan tidak menjadi jeratan yang mengerdilkan gairah literasi anak bangsa.

Keempat, kebebasan tetap diberikan dan kepatuhan pada kode etik perlu terus diperhatikan.

Salam berbagi, Ino, 3 Desember 2023.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun