Mohon tunggu...
Imam Subkhan
Imam Subkhan Mohon Tunggu... Penulis - Author, public speaker, content creator

Aktif di dunia kehumasan atau public relations, pengelola lembaga pelatihan SDM pendidikan, dan aktif menulis di berbagai media, baik cetak maupun online. Sekarang rajin bikin konten-konten video, silakan kunjungi channel YouTube Imam Subkhan. Kreativitas dan inovasi dibutuhkan untuk menegakkan kebenaran yang membawa maslahat umat. Kritik dan saran silakan ke: imamsubkhan77@gmail.com atau whatsapp: 081548399001

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mewujudkan Orang Tua Pembelajar melalui Akademi Orangtua Indonesia Surakarta (AORTA)

2 Agustus 2017   15:07 Diperbarui: 2 Agustus 2017   15:53 1044
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto para aktivis Akademi Orangtua Indonesia Surakarta.

Sesederhana untuk tetap tersenyum ketika anak-anak menggosongkan masakan di panci atau penggorengan. "Nggak apa-apa nak, nanti kita bikin lagi yang lebih enak..".

Atau sesederhana mengikhlaskan diri untuk ditertawakan anak-anak ketika ibunya tertidur atau melantur di tengah mendongeng pengantar tidur. "Kita bobok saja Ma, dongengnya besok saja". Sungguh, jangan pernah takut menjadi orang tua. Menjadi orang tua itu sederhana.

Oleh: Bonnie (AORTA)

Bahkan Jika Kita Bisa, Mari Ajari Anak Terbang

"Jika tidak mungkin mengajari ikan untuk terbang, setidaknya peluang untuk mengasahnya menjadi perenang yang handal ada dihadapan kita".

Perumpamaan tersebut kami pakai sebagai penyemangat dalam mengasuh kedua anak kami dengan segala keunikan mereka. Karena kami yakin bahwa tiap anak dikaruniai budi pekerti yang baik, yang merupakan modal yang terpampang nyata di depan kita untuk terus kita asah. Melalui pendidikan karakter yang dimulai dari rumah, kami berharap anak-anak kami tumbuh menjadi pribadi yang berempati, tepa selira, dan hormat terhadap orang tua, saudara, teman, dan orang-orang di sekelilingnya, serta bahagia dengan apa pun yang mereka kerjakan sesuai dengan passion mereka, sehingga bisa memberi manfaat bagi sesama.

Oleh: Erna Wahyuningsih (Aorta)

Anakku adalah Kebahagiaanku

Tak pernah terbayangkan betapa bahagianya ketika kudapati aku akan menjadi seorang ibu. Meski sering merasa takut tak bisa menjadi orang tua yang baik bagi anakku kelak, tapi tak sabar rasanya ingin segera belajar ilmu kehidupan bersamanya. Kata orang, mendidik anak itu harus keras, mendidik anak itu susah, mendidik anak itu bla...bla...blaa. Sampai ada orang tua yang putus asa karena katanya anaknya nakal, bandel, dan bahkan sampai ada yang murka menyumpahi anaknya yang tidak mau nurut (Naudzubillah). Menurut saya, tak perlu keras mengajarkan anak, cukup tegas dan teratur. Tidak ada anak nakal, bandel, dan bodoh. Yang ada hanya anak yang terlalu aktif dan kreatif tapi belum tersalurkan potensinya. Anakku, semoga kelak kita belajar bersama dengan asyik dan menyenangkan.

Oleh: Putri (Aorta)

Anakku adalah Guruku

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun