Mohon tunggu...
Ikhwanul Farissa
Ikhwanul Farissa Mohon Tunggu... Ilmuwan - Officer, Blogger, Conten Creator, Penulis, IT & Data Scientist & Analis, Model Fashion.

"*Indahnya Rembulan, Teriknya Matahari"*

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Milenial, Pelopor Net-Zero Emissions

24 Oktober 2021   22:42 Diperbarui: 24 Oktober 2021   23:21 476
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Nah! Yang tampak dibelakangku (pada foto dan video diatas) itulah (biru berkotak-kotak) yang namanya photovoltaik.

Dilansir dari berbagai sumber, cara penggunaanya dibagi dua yaitu aktif dan pasif

  • Aktif; menggunakan teknologi panel atau sel photovoltaik (panel tenaga surya) untuk mengumpulkan energi listrik. Ketika sel photovoltaik menyerap cahaya, maka akan ada pergerakan antara elektron di sisi positif dan negatif yang menciptakan arus listrik sehingga dapat digunakan sebagai energi bagi alat-alat elektronik.
  • Pasif; dengan mengatur arah bangunan, menggunakan material yang menyerap panas dan desain bangunan yang secara alami memperlancar sirkulasi udara di dalam bangunan.
    Kira-kira panel surya yang dibelakangku itu aktif apa pasif ya!

Pada negara yang sudah sangat peduli bumi seperti Swedia, Denmark dan Jepang, pemakaian listrik sudah memanfaatkan tenaga kincir angin dan panel surya. Sedangkan di Indonesia masih sedikit yang memanfaatkan kedua tenaga ini. Mudah-mudahan bisa diterapkan secara menyeluruh ya, mengingat listrik dari PLN pun sekarang belum bisa menjangkau seluruh pelosok daerah terutama daerah terpencil.

4. Mengolah Sampah

Hhm...Sadarkah kamu dari sampah mengeluarkan metana (salah satu gas rumah kaca) yang berbahaya? Dan sampah plastik tidak mudah terurai oleh alam, mungkin diperlukan waktu ratusan sampai ribuan tahun untuk membuatnya menjadi benar-benar terurai. Jika dibakar, plastik akan menghasilkan dioksin yang berbahaya bagi manusia karena dapat memicu kanker dan penyakit berbahaya lainnya. Jadi mengurangi sampah plastik dan daur ulang sampah harus diterapkan.

Belanja tanpa kantong plastik, salah satu caraku mengurangi sampah plastik (dok pri).
Belanja tanpa kantong plastik, salah satu caraku mengurangi sampah plastik (dok pri).

Daur ulang sampah dengan membuat kompos tidaklah sulit, bahan bakunya bisa didapat dari sampah organik rumah tangga ataupun sampah tanaman dan pohon di lingkungan. Kompos sangat baik untuk memupuki tanaman bahkan bisa dijual.

Milenial di Aceh Barat terus belajar membuat kompos (foto dok pri).
Milenial di Aceh Barat terus belajar membuat kompos (foto dok pri).

Kegiatan daur ulang sampah organik dan anorganik sudah bisa kita lihat di berbagai daerah, seperti di sebuah sekolah di Aceh Barat yang menyulap sampah menjadi barang kerajinan yang menarik dan berguna, seperti yang tampak pada video di bawah ini;

    

5. Mengurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi.

Yuk milenial lebih banyak menggunakan kendaraan umum khususnya untuk transportasi perkotaan, karena akan banyak mengurangi emisi gas CO dan CO2 yang dihasilkan. Selain itu, jika memungkinkan biasakan berjalan kaki atau menggunakan sepeda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun