Mohon tunggu...
Ikhwanul Farissa
Ikhwanul Farissa Mohon Tunggu... Ilmuwan - Officer, Blogger, Conten Creator, Penulis, IT & Data Scientist & Analis, Model Fashion.

"*Indahnya Rembulan, Teriknya Matahari"*

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Milenial, Pelopor Net-Zero Emissions

24 Oktober 2021   22:42 Diperbarui: 24 Oktober 2021   23:21 476
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

***

Ada yang menarik dari penggalan Wikipedia di atas, dikatakan CO2 merupakan gas rumah kaca. Pasti milenial masih sedikit asing dengan kalimat Gas Rumah Kaca (GRK)!

Nah! GRK itu sebenarnya adalah gas-gas di atmosfer yang dapat menangkap panas matahari. Jadi atmosfer bumi ini diibaratkan seperti sebuah rumah kaca yang dapat memerangkap dan memantulkan panas dari matahari. Yang termasuk GRK yang ada di atmosfer antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen dioksida (N2O), metana (CH4), dan freon (SF6, HFC dan PFC).

Jika GRK ini berlebihan akan menyebabkan pemanasan global di mana suhu di bumi akan naik secara signifikan. 

Milenial, tahukah kamu jika pemanasan global telah menjadi isu strategis dan fokus bahasan pada berbagai pertemuan, konferensi tingkat tinggi seantero negara di dunia beberapa dekade terakhir? 

Karena dampak pemanasan global telah nyata dirasakan seperti curah hujan yang ektrem/banjir, badai salju di daerah tertentu, sementara di daerah lain kekeringan dan musim panas yang ektrem, gagal panen pertanian, mencairnya es di kutub, rusaknya ekosistem, naiknya ketinggian permukaan air laut dan perubahan iklim yang ekstrim lainnya.

Dari mana emisi gas-gas rumah kaca ini berasal?

Dilansir dari berbagai sumber, ada 5 sektor utama yang menjadi penyumbang GRK. Ini dia;

Gambar; olah power poin editan pribadi.
Gambar; olah power poin editan pribadi.

Sektor-sektor tersebut bervariasi menurut daerah sesuai dengan karakteristik alam, potensi, kondisi dan pemanfaatan.

Di Aceh sektor penyumbang emisi GRK berasal dari aktifitas perkebunan, kehutanan dan lahan gambut.  Kegiatan penebangan/ pengundulan hutan, alih fungsi lahan telah berjalan dengan laju yang mengkhawatirkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun