Mohon tunggu...
Ika Septi
Ika Septi Mohon Tunggu... Lainnya - Lainnya

Penyuka musik, buku, kuliner, dan film.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Artikel Utama

[Cerpen] Serendipity

18 November 2016   16:01 Diperbarui: 18 November 2016   18:44 736
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Masih pening harus menjawab ya atau tidak?" Erwin mendaratkan tubuh gempalnya di sofa.

Ge tersenyum hambar.

"Cantik, berpendidikan, dari keluarga baik-baik. Sempurna," Erwin menyeringai.

"Aku kelihatan merana sekali ya, Win? Sampai Mama jauh-jauh datang kemari hanya untuk menyodorkan wacana ini?"

"Itulah orang tua, Ge, mereka khawatir anaknya tidak bahagia hidup sendiri di usia yang sekarang ini."

"Aku bahagia."

"Berarti mereka yang tidak cukup bahagia dengan kebahagiaan kamu."

*

Layar monitor di hadapannya masih berpendar. Semua pekerjaan yang tertunda karena libur cuti yang ia ambil satu minggu lalu belum selesai seluruhnya. Perutnya terasa perih. Fe menyentuh garpu plastik yang tertancap di red velvet-nya.

"Mbak Fe belum mau pulang. Sudah malam loh ini, Mbak," sebuah suara menyapanya dengan sopan.

Fe tersenyum dan menggeleng, "Malas pulang, Gus."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun