Mohon tunggu...
Hawin Fizi Balaghoni
Hawin Fizi Balaghoni Mohon Tunggu... Aktivis Kemanusiaan -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Alumni Universitas Negeri Surabaya. Pedagang Kecil dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Menulis Menjadi Hobi - Traveler - Marketing.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Ontologi Mahasenduro (Part 17)

24 Juli 2018   14:12 Diperbarui: 24 Juli 2018   14:19 331
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Negeri Di Atas Awan

Hari itu cuaca di kampung halamanku cukup panas ditambah lagi banyaknya debu bertebaran di mana-mana. Bersama Pak Kadiman,  Bahadur ingin pergi kesuatu tempat yang acapkali menjadi pembicaraan banyak orang tentang begitu indahnya tempat itu, yaitu Negeri Diatas Awan Desa Argosari. Entah apa dibenak Bahadur, ia malam tadi layaknya mendapatkkan wangsit untuk menjejah tempat itu. Sekalipun dengan perbekalan seadanya, Pak Kadiman dan Bahadur layaknya menjadi perwakilan khusus untuk dapat sampai ditempat itu. 

" Dur, kamu nggak salah kalau ada tempat namanya Negeri diatas Awan? " tanya Pak Kadiman.

" Beneran Pak, kemarin malam saya dapat mimpi itu, Negeri diatas Awan itu tentu pastinya ada. Sebuah tempat dimana embun pagi selalu menemani siapa saja dengan mesra, dengan gugusan awan yang tertidur dibawah kaki kita." Jawab Bahadur.

" Lalu untuk sampai disana, perjalanan kesana kita bagaimana, apa kita akan terbang? " tanya Pak Kadiman lagi.

" Loh.. tidak pak, kita harus yakin kaki kita akan sampai disana, meskipun kita menempuhnya cukup jauh. Sesampainya disana saya ingin mengucapkan salam persahabatan alam. " Jawab Bahadur.

Mereka berdua pun memulai perjalanannya. Untuk sampai di Negeri diatas Awan harus melewati Desa Senduro -- Desa Kandang Tepus -- barulah sampai di Desa Argosari. Dengan berjalan kaki, rasanya cukup melelahkan untuk melewati 17 Km medan yang naik turun. Tetapi semangat yang kuat tentu dapat memompa tenaga, juga rasa cinta akan mengantarkan kaki untuk segera bertemu obat penawarnya. Desa Argosari telah masuk dalam daftar kawasan terindah yang ada di Kabupaten Lumajang (Sebuah tempat kuno yang dulunya bernama Kerajaan Lamajang).

" Dur, apa tindak lanjutmu, setelah kita sampai sejauh ini. Sangat melelahkan jika semua orang harus berjalan kaki, mereka butuh sesuatu yang memudahkan untuk sampai di negeri diatas Awan." Tanya Pak Kadiman.

" Saya rasa juga begitu, kita butuh terusan Panama." Jawab Bahadur

" Kamu jangan ngawur, itu namanya kita menjiplak, salah satu dosa besar yang tidak diampuni para ilmuan. Aku tidak mau ! " bentar Pak Kadiman.

" Hanya dengan cara itu, kita dapat memudahkan semua orang untuk sampai disini. Sebuah Terusan panama menuju Surga Negeri Diatas Awan. Saya pikir biayanya tidaklah mahal, hanya perlu banyak tirakat. " Jawab Bahadur.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun