Selain itu, pendidikan gizi yang lebih terintegrasi dalam kurikulum sekolah, menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler terkait gizi dan kesehatan, seperti klub gizi atau kegiatan olahraga. Ini tidak hanya memberikan informasi tambahan tentang gizi kepada siswa, tetapi juga mendorong gaya hidup aktif dan sehat.
Tanpa mengurangi peran pemerintah sebagai katalisator maka pemerintah hadir sebagai fasilitator dalam memastikan gizi anak-anak dengan merancang kebijakan dan regulasi, mengimplementasikan program pangan dan gizi, menyediakan pendidikan gizi kepada masyarakat, melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap status gizi anak, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan akses terhadap makanan bergizi dan pemahaman tentang pentingnya gizi yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.
Dengan demikian diharapkan program pemberian makan gratis di sekolah tidak hanya sekadar mengisi perut anak-anak, tetapi juga memberikan asupan gizi yang memadai untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Makanan yang bergizi di rumah dan di sekolah seharusnya menjadi sarana untuk mendidik anak-anak tentang pentingnya gizi yang sehat, serta membantu mereka membentuk pola makan yang baik sejak dini. Dengan demikian, kita dapat melangkah menuju Indonesia emas yang sesungguhnya, dengan generasi yang sehat dan berkualitas.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI