Selain ada sistem limbik di otak yang mengatur emosi maupun pikiran kita, tentunya kita juga perlu kebutuhan spiritual, religius terhadap sang pencipta agar diberi kemudahan, dicukupkan dengan apa yang ada dan bisa merasakan kebahagiaan yang hakiki.Â
Terlepas dari berbagai hal terkadang rasa benci dan sedih memang sulit hilang jika kita bertemu dengan seseorang yang membuat sakit hati dikejadian lampau.Â
Untuk mengurangi kesedihan dan sakit hati coba terpakan untuk tidak melihat siapa yang berbicara tetapi dengarkan apa yang dibicarakan. Perlu diingat bahwa kebahagian dan kesedihan kita yang tentukan, itu semua sudah ada pengendali di pikiran kita.
Pada akhirnya, mencapai keadaan emosi yang seimbang melibatkan pemahaman dan menerima berbagai macam emosi manusia dan menemukan cara untuk menumbuhkan kebahagiaan sambil menavigasi melalui periode kesedihan dengan ketahanan dan belas kasih diri.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI