Konflik yang ditawarkan dapat dilihat pada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dan Partai sayap kanan BJP yang telah mengipasi sentimen anti-Muslim sebagai bagian dari strategi kemenangan pemilu untuk menggalang dukungan dari mayoritas umat Hindu, yang merupakan 80% dari 1,4 miliar penduduk India dan tidak ada satupun kursi majelis yang beragama muslim. Kemenangan yang menentukan di kubu Partai Uttar Pradesh dapat menandakan kelangsungan politik nasionalisme Hindu dan meningkatkan peluang Modi memenangkan masa jabatan ketiga pada 2024.
Ditinjau dari angka dengan 403 kursi diperebutkan, ribuan kontestan berlomba memperebutkan bagian, dan lebih dari 150 juta pemilih memberikan suara mereka di 174.351 tempat pemungutan suara yang tersebar selama sebulan. Dimana Uttar Pradesh tetap menjadi salah satu negara bagian paling tidak berkembang di India dan rumah bagi jumlah orang miskin terbesar di negara itu.
Salah satu cara untuk mengekspresikan diri adalah melalui suara mereka. Dan selama pemilihan mereka keluar dalam jumlah besar untuk menggunakan suara tersebut dan seringkali melawan mereka yang berkuasa. Respon Organisasi kerjasama Islam meminta masyarakat internasional, khususnya dalam hal ini perserikatan bangsa-bangsa dan dewan Hak Asasi Manusia (HRC), untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghindari dari eskalasi kekerasan terhadap Muslim di Negara India.
Lama sebelum itu, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dan Partai sayap kanan BJP, telah mengipasi sentimen anti-Muslim sebagai bagian dari strategi kemenangan pemilu untuk menggalang dukungan dari mayoritas umat Hindu, yang merupakan 80% dari 1,4 miliar penduduk India dan tidak ada satupun kursi majelis yang beragama muslim. Kemenangan yang menentukan di kubu Partai Uttar Pradesh dapat menandakan kelangsungan politik nasionalisme Hindu dan meningkatkan peluang Modi memenangkan masa jabatan ketiga pada 2024.
Ditinjau dari angka dengan 403 kursi diperebutkan, ribuan kontestan berlomba memperebutkan bagian, dan lebih dari 150 juta pemilih memberikan suara mereka di 174.351 tempat pemungutan suara yang tersebar selama sebulan. Dimana Uttar Pradesh tetap menjadi salah satu negara bagian paling tidak berkembang di India dan rumah bagi jumlah orang miskin terbesar di negara itu.
Salah satu cara untuk mengekspresikan diri adalah melalui suara mereka. Dan selama pemilihan mereka keluar dalam jumlah besar untuk menggunakan suara tersebut dan seringkali melawan mereka yang berkuasa. Respon Organisasi kerjasama Islam meminta masyarakat internasional, khususnya dalam hal ini perserikatan bangsa-bangsa dan dewan Hak Asasi Manusia (HRC), untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghindari dari eskalasi kekerasan terhadap Muslim di Negara India.
Melihat hal ini, Agama Islam semakin tersudutkan dan termaginalisasikan di India, salah satu faktornya adalah kemenangan Partai politik nasionalis Hindu yang mendominasi, salah satunya di daerah Uttar Pradesh yang menjadi mayoritas kemenangan suara BPJ yang sekaligus nasionalisme Hindu. Hal ini menyebabkan umat Muslim semakin tersudutkan karena adanya kepentingan politik nasionalis Hindu yang memicu terjadinya genosida Muslim di Uttar Pradesh bahkan di daerah-daerah lain di India. Maka dari itu Organisasi Kerjasama Islam merespon dengan mengeluarkan pernyataan yang menyatakan keprihatinan atas serangan keagamaan yang sedang berlangsung terhadap Muslim di India.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI