Keempat nama tersebut bermain saat Laos kalah dari Malaysia. Menariknya, meski kalah 0-4 dari Malaysia, Laos mampu menghasilkan 10 kali shots di laga itu. Namun, hanya dua yang on target.
Nah, merujuk pada materi pemain tersebut, kekuatan Laos tidak bisa dipandang remeh. Timnas Indonesia harus tampil oke bila ingin menang meyakinkan.
Beberapa nilai minus seperti salah umpan ataupun kurang tenang di depan gawang saat mengalahkan Kamboja di laga pertama, harus diperbaiki.
Indonesia unggul head to head melawan Laos
Dalam sejarah partisipasi di Piala AFF, Indonesia sudah beberapa kali bertemu Laos.
Bahkan di edisi pertama turnamen ini tahun 1996 di Singapura ketika masih bernama Piala Tiger, Indonesia satu grup dengan Laos serta Vietnam, Myanmar, dan Kamboja.
Kala itu, Indonesia mengalahkan Laos 5-1 lewat gelontoran gol dari para legenda, Fachri Husaini, Eri Irianto, Kurniawan Dwi Yulianto, Robby Darwis, dan Peri Sandria di babak kedua.
Lama tak bersua, Indonesia kembali satu grup dengan Laos di Piala AFF 2004. Indonesia menang 6-0 di pertandingan pertama. Gol-gol Indonesia di cetak para mesin gol. Boaz Solossa, Ilham Jayakesuma, Elie Aiboy dan Kurniawa Dwi Yulianto.
 Indonesia kembali satu grup dengan Laos di Piala AFF 2007. Timnas Garuda mengalahkan Laos 3-1 di pertandingan pertama. Tapi, kedua tim sama-sama tidak lolos ke babak berikutnya. Laos jadi juru kunci dan Indonesia di peringkat 3.
Laos bahkan mencatat kekalahan terburuk saat kalah 0-11 dari Singapura dengan penyerang Noh Alam Shah mencetak 7 gol dan menjadikannya satu-satunya pemain yang mencetak 7 gol dalam satu pertandingan Piala AFF.
Di Piala AFF 2010 di Jakarta, Indonesia satu grup lagi dengan Laos, juga Malaysia dan Thailand.