Hubungan Pola Makan  dan Menu Seimbang dengan Penyakit Asam Lambung
Yang dimaksud dengan pola  makan  adalah  susunan  jenis  dan  jumlah makanan  yang  dikonsumsi  seseorang  atau  kelompok orang pada waktu tertentu , yang terdiri dari frekuensi makan, jenis  makanan,  dan  porsi  makan.  Oleh karena itu, memiliki pola makan yang baik tidak cukup. Pengetahuan mengenai menu  seimbang juga perlu dipelajari sehingga  terbentuk   kebiasaan  untuk mengkonsumsi   makanan   seimbang. Â
Pola makan  yang  tidak  teratur  dan  menu yang tidak seimbang akan  dapat menyebabkan  gangguan  di  pencernaan. Sulastri menjelaskan  dalam  (Tussakinah and Rahmah Burhan 2018),  bahwa jumlah  dan  frekuensi makan   perlu   diperhatikan. Disarankan  sebaiknya  seseorang makan  tiga  kali  sehari dalam  porsi  kecil. Pemilihan menu makanan juga perlu diperhatikan karena ada jenis makanan  yang dapat meningkatkan asam lambung dan dapat  merusak lapisan mukosa lambung
Pola makan yang kurang baik  akan  membuat  lambung  sulit  untuk  beradaptasi dalam  pengeluaran  sekresi  asam  lambung.  Pola makan  kurang  baik  merupakan  salah  satu  penyebab meningkatnya produksi asam lambung dari segi faktor histaminergik  di mana hal ini mempengaruhi kerja dari  sel  G  untuk  produksi  hormon  gastrin  dan  juga terjadi  defek  barier  mukosa  dan  difusi  balik  ion  H+ yang mempengaruhi kelenjar  oksintik  dalam  produksi  asam  lambung.  Jika hal  ini  berlangsung  dalam  waktu  yang  lama,  produksi asam  lambung  akan  meningkat  secara  berlebihan sehingga  dapat  membuat dinding  mukosa  lambung iritasi sehingga dapat  menyebabkan asam lambung.Â
Salah  satu  penyebab munculnya kekambuhan penyakit asam lambung  karena  ketidakmampuan lambung  (indigesti),  produksi asam lambung  yang  berlebihan  akibat  ketidakseimbangan faktor  defensive  dan  faktor  agresif  yang  menyebabkan produksi  HCl  dalam  lambung  meningkat.  Hal ini terjadi karena pola  makan dan menu makan  yang  kurang  seperti  makanan  pedas,  makanan  atau minuman  asam,  waktu  makan  yang  tidak  teratur  dan porsi makan yang berlebihan (Tussakinah and Rahmah Burhan 2018).
Tussakinah (2018) melakukan penelitian untuk melihat hubungan antara pola makan dengan kekambuhan dari penyakit asam lambung yang dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2
Berdasarkan tabel 2  hasil  pengolahan  data dengan uji Chi-square yang dilakukan dalam penelitian menunjukkan  bahwa  antara  pola  makan  dengan kekambuhan   gastritis   memiliki   hubungan   yang signifikan, di mana pola makan yang kurang baik akan menyebabkan kekambuhan penyakit asam lambung yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang memiliki pola makan yang baik. Penelitian yang dilakukan oleh Tussakinah menunjukkan bahwa dari responden yang memiliki pola makan yang baik, ada 44% responden yang bisa kambuh penyakit asam lambungnya, dan ada 55,6 % dari responden yang tidak kambuh penyakit asam lambungnya. Hal ini bisa terjadi karena responden memiliki menu makanan yang kurang atau tidak seimbang seperti makanan yang pedas, berlemak dan terlalu asam. Sedangkan untuk responden yang tidak memiliki pola makan yang teratur terlihat 100% kambuh dari penyakit asam lambung (Tussakinah and Rahmah Burhan 2018) . Hal ini menunjukkan bahwa pola makan dan menu makanan yang seimbang memiliki hubungan dengan penyakit asam lambung.
Hubungan Stres dengan Penyakit Asam Lambung
Menurut penelitian Gustin dalam Tussakinah (2018) , dari 30 responden   yang   mengalami   penyakit asam lambung, diperoleh data  bahwa  responden  yang  mengalami  stres memiliki proporsi lebih tinggi dibandingkan yang tidak stress. Â