"Ini luar biasa," kata Marcus, memotret bunga itu dengan kamera.
Maya mengamati bunga itu dengan penuh kagum. "Kita harus mencatat semua yang kita temui di sini. Ini bisa menjadi penemuan besar."
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, menjelajahi hutan yang semakin gelap. Cahaya remang-remang dari bunga-bunga raksasa menjadi satu-satunya sumber cahaya di sekitar mereka.
Tiba-tiba, mereka dihadapkan dengan suara aneh yang datang dari dalam hutan. Itu adalah suara yang mereka belum pernah dengar sebelumnya, seperti getaran rendah yang terus-menerus.
"Ada apa itu?" tanya Emily, dengan suara yang gemetar.
"Tidak yakin," kata Marcus, memeriksa instrumen pemindai. "Tetapi itu datang dari arah sana."
Maya menatap ke arah yang ditunjuk oleh Marcus, berusaha mengetahui asal suara itu. "Ayo kita mencoba mendekat dan melihat apa yang akan kita temui disana."
Mereka bergerak dengan hati-hati, mengikuti suara yang semakin keras saat mereka mendekat. Akhirnya, mereka tiba di sebuah tempat yang terbuka di dalam hutan, di mana mereka menemukan sumber suara itu.
Ternyata, itu adalah sekelompok makhluk kecil yang terlihat seperti kupu-kupu, tetapi dengan sayap yang terbuat dari cahaya yang berkedip-kedip.
"Ini luar biasa!" kata Emily, terpesona.
"Mungkin mereka berkomunikasi dengan cahaya," kata Marcus, mencoba mengambil sampel untuk diteliti.