Bukan hanya itu, bocoran gosip Wikileaks yang menyebut adanya aliran dana dari BIN dan Polri kepada FPI pastinya menjadi bahan pertimbangan tersendiri bagi Prabowo untuk berdekatan dengan ormas yang mendapat cap radikal ini.
Belum lagi jika gelaran kumpul-kumpul yang salah satunya dimotori oleh FPI itu kemudian dikaitkan dengan Maklumat FPI tentang ISIS yang dikeluarkan pada 8 Agustus 2014.
Pada poin 5 maklumat yang ditandatangani oleh HRS selaku Imam Besar FPI tersebut dinyataka FPI mendukung seruan dan nasehat pimpinan Al Qaeda Syeikh Aiman Az Zhowahiri bahwa seluruh komponen jihad Al Qaida, baik pasukan Syaikh Muhammad Al Jaulani di Syria maupun pasukan Syeikh Abu Bakar Al Baghdadi di Iraq, serta komponen jihad Al Qaeda lainnya agar bersatu dan bersaudara dengan segenap mujahidin Islam di seluruh dunia untuk melanjutkan jihad di Syria, Iraq. Palestina, dan negara-negara Islam lainnya yang tertindas.
Dan, sudah menjadi rahasia umum jika ISIS yang dipimpin Abu Bakar Al Baghdadi mengeluarkan ancaman akan membantai TNI. Polri, Densus, serta Banser. Sementara, Prabowo yang juga mantan perwira tinggi berpangkat bintang tiga merupakan bagian dari keluarga besar TNI.
Maklumat FPI ini pun menjadi satu dari 7 alasan bagi Prabowo untuk tidak menghadiri Reuni Alumni 212. Karenanya, bagi Prabowo, menghadiri kumpul-kumpul Alumni 212 sama saja dengan membunuh dirinya sendiri.
Baca juga:
Di Kancah Media, Prabowo Ungguli Jokowi
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H