Sementara yang menentukan motivasi dan kepuasan kerja, selain diri sendiri dan lingkungan pekerjaan juga kapabilitas atasan terhadap pegawainya.
Seorang atasan harus mampu membangkitkan semangat karyawannya dan menjalankan perannya dengan baik.Â
Seorang atasan juga harus mempunyai kemampuan dalam menelaah karakteristik karyawannya sehingga dapat mendisposisikan suatu pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
Dengan penguatan fungsi atasan, istilah makan gaji buta diharapkan dapat dihilangkan. Bagaimanapun, dalam satu pekerjaan kita tidak dapat bekerja sendiri. Kita adalah satu tim yang saling mendukung satu sama lain untuk mencapai target tujuan pekerjaan.
Namun, meski demikian bukan hanya atasan yang harus berperan dalam menciptakan motivasi kerja. Diri pribadi karyawan itu sendiri juga memiliki peran besar dalam menciptakan motivasi kerjanya.
Lalu, bagaimana jika kita tengah merasa berada di posisi "makan gaji buta"?
- Berinisiatif untuk menciptakan motivasi kerja, misalnya dengan menawarkan bantuan kepada atasan atau rekan kerja lainnya atau sekadar meminta masukan dari atasan tentang pekerjaan yang sedang kita kerjakan
- Berpikir positif akan membangun kepercayaan diri
- Jangan remehkan pekerjaan kecil dan gengsi serta enggan melakukannya. Terlalu banyak memilih-milih pekerjaan akan membuat kita kurang belajar dan pengalaman.
- Lakukan pekerjaan dengan tulus ikhlas serta tidak mudah mengeluh
- Mulai untuk membuka diri terhadap saran dan kritik yang membangun
- Banyak belajar dan mengasah kemampuan agar tidak ketinggalan zaman
- Ramah dan bersahabat akan menghangatkan suasana dalam bekerja
- Berikan penghargaan kepada diri sendiri bahwa kita tidak "makan gaji buta". Kita profesional dan kita berjiwa bekerja
- Disiplin dalam segala hal
- Kreatif dan inovatif dalam bekerja
- Mengukur diri sendiri serta tidak mudah menyalahkan orang lain
Bagaimana? Masih ada yang merasa nyaman-nyaman saja jika "dicuekin" atasan? Atau, masih ada yang bilang "makan gaji buta" itu enak?
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H