Hal tersebut dapat dibuktikan dengan tingginya jumlah investor baru yang berinvestasi di SBN ritel.Â
Kondisi ini dapat terjadi karena SBN ritel menawarkan imbal hasil yang cukup menarik, selain menjadi instrumen investasi 'safe haven' yang memenuhi kebutuhan investor akan instrumen investasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Jadwal penawaran SBN ritel pada tahun 2025.
Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari DJPPR-Kemenkeu, seperti halnya tahun 2024, Pemerintah akan menerbitkan SBN ritel sebanyak 8 kali, sepanjang tahun 2025.
SBN ritel jenis Surat Utang Negara (SUN) seri Obligasi Negara ritel ORI027 akan menjadi pembuka penawaran SBN ritel tahun ini.
ORI027 penawarannya akan dibuka mulai 27 Januari 2025 sampai dengan ditutup pada 20 Februari 2025.
Menyusul kemudian, seri SBN ritel berbasis syariah Sukuk Tabungan, ST014 yang penawarannya akan dilakukan mulai 7 Maret 2025 hingga 15 April 2025.
Masih SBN ritel berbasis syariah, berikutnya Pemerintah akan menawarkan Sukuk Ritel seri SR022 mulai 16 Mei 2025 sampai dengan 18 Juni 2025.
Kemudian, Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR014 yang akan ditawarkan sejak tanggal 14 Juli 2025 hingga 7 Agustus 2025.
Lantas ada SBN ritel berbasis syariah khusus, yang imbal hasilnya diberikan untuk kepentingan wakaf, Sukuk Waqaf Ritel (SWR) seri SWR006 yang akan ditawarkan selama 3 bulan, mulai 15 Agustus 2025 hingga 15 Oktober 2025.
Berturut-turut kemudian Sukuk Ritel seri SR023 mulai 27 Agustus 2025 - 12 September 2025. ORI028 ditawarkan mulai 29 September 2025 - 23 Oktober 2025.
Dan terakhir untuk penerbitan tahun 2025, Sukuk Tabungan seri ST015 yang penawarannya akan dibuka pada 10 November 2025 sampai dengan 3 Desember 2025.