Mohon tunggu...
Feridha Medina
Feridha Medina Mohon Tunggu... Mahasiswi -

Mahasiswi di Universitas Padjadjaran yang mengambil Hukum sebagai jurusannya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

"Neng, Kok Judes Amat Sih!"

22 Februari 2018   11:26 Diperbarui: 22 Februari 2018   14:50 989
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sumber Foto: Pinterest

"Cantik"

"Neng-neng"

*sambil bersiul*

"Kok sendiri aja, sini ditemenin"

(biasanya mereka yang melakukan ini sambil cengengesan)

"Ih judes amat sih Neng"

Dan masih banyak lagi panggilan-panggilan serupa yang mereka (dalam konteks ini adalah laki-laki). Semakin sering dilakukan kepada wanita yang sedang berjalan kaki sendiri maupun dengan temannya. Tidak hanya pada malam hari saja, siang hari pun akan mereka lakukan karena orang-orang semacam ini tidak mengenal waktu untuk menggoda para wanita. Hal ini disebut sebagai Catcalling atau catcall sudah berjamur dimana-mana.

Apa sih Cat calling atau Catcall?

Bagi saya pribadi perilaku ini merupakan suatu bentuk yang merendahkan martabat seorang korbannya dan sampai sekarang saya  sendiri belum mengerti apa tujuan dari para pelaku ini. Namun dampak yang ditimbulkan dari tindakan ini:

  • Korban akan merasa tidak aman dengan lingkungannya
  • Korban merasa dilecehkan
  • Korban akan menyalahkan diri sendiri, entah itu cara dia berpakaian, penampilannya, dsb.

Membahas sedikit tentang pelecehan. Berawal dari bentuk komunikasi ada yang berbentuk verbal maupun non-verbal. Komunikasi verbal biasanya berbentuk komentar dan komunikasi non verbal berbentuk gestur tubuh, sentuhan, dsb. Sejalan dengan pelecehan, pelaku biasanya melakukan komentar terlebih dahulu dan pelaku yang ekstrem akan melakukan langsung sentuhan kepada korban dan ini merupakan pelecehan yang sangat ekstrem dan sering terjadi sekarang ini. Dan parahnya dalam beberapa kasus target dari perilaku ini ada dua, ada yang menerimanya sebagai pujian dan ada yang menerimanya sebagai pelecehan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun