Mohon tunggu...
FEBRY AZMIANASIREGAR
FEBRY AZMIANASIREGAR Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya memiliki minat dan ketertarikan dalam dunia riset dan penulisan artikel pada bidang pendidikan dan integrasi teknologi dalam bidang pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Peran Literasi Digital dalam Mendukung Pembelajaran Berbasis Deep Learning

28 November 2024   08:31 Diperbarui: 28 November 2024   17:38 167
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

Saat ini, pendidikan terus bertransformasi menggunakan teknologi terbaru yang semakin canggih. Deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang sedang marak dibicarakan yang didesain untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa untuk memahami konsep secara lebih mendalam. 

Pembelajaran berbasis deep learning mengacu pada pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran, memecahkan masalah, dan berpikir kritis. Pembelajaran berbasis deep learning bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa.

       Literasi digital berperan penting untuk mendukung penerapan pembelajaran deep learning yang dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif serta memudahkan siswa untuk mengakses informasi. 

Literasi digital merupakan kemampuan seseorang untuk menggunakan teknologi digital secara efektif untuk mengakses, mengelola, memahami, mengintegrasikan, mengkomunikasikan, mengevaluasi, serta menciptakan informasi dengan aman dan tepat guna (Stevani & Nursiwi, 2024). 

Menurut UNESCO (dalam Restianty, 2018), literasi digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan informasi dengan kecakapan kognitif, etika, sosial emosional dan aspek teknis atau teknologi. 

Sehingga kemampuan literasi digital menjadi kunci untuk membantu siswa mengakses, memproses, dan menggunakan informasi secara bermakna dan bertanggung jawab di era digital saat ini (Tasliah, 2024).

       Dalam bidang pendidikan, literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan untuk menggunakan teknologi, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang cara teknologi tersebut dapat diterapkan dalam proses pembelajaran (Sihombing, 2024). Oleh karena itu, literasi digital tidak hanya menjadi keterampilan tambahan, tetapi telah menjadi kebutuhan dasar bagi guru dan siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan pembelajaran yang semakin kompleks.

Peran literasi digital dalam pembelajaran berbasis deep learning:

1. Integrasi Teknologi dan Adaptasi Digital 

       Literasi digital memberikan dasar bagi guru dan siswa untuk memahami dan mengintegrasikan alat-alat teknologi ke dalam pembelajaran (Syahputra & Muhammad, 2024). Hal ini sangat penting dalam pembelajaran berbasis deep learning yang mengandalkan teknologi canggih seperti AI dan machine learning untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif. Selain itu, literasi digital membantu guru dan siswa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan menggunakan media digital secara bijak dan etis.

2. Siswa Dapat Mengakses Informasi Secara Efektif

       Literasi digital membantu siswa mencari informasi dari berbagai sumber digital, seperti artikel, video edukatif, dan sumber pembelajaran interaktif lainnya yang dapat menambah dan memperluas wawasan siswa (Cynthia & Hotmaulina, 2023). Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapat informasi dari buku atau guru saja.

3. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah

       Literasi digital membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, dimana siswa mampu untuk memproses, memilah dan menganalisis informasi secara kritis, sehingga siswa tidak hanya sekedar menerima informasi saja. Hal ini membuat siswa untuk berpikir sistematis dan logis ketika memecahkan masalah dan memahami data yang kompleks. Sehingga, literasi digital memungkinkan siswa mengevaluasi informasi secara efektif dan menggunakan teknologi untuk menemukan solusi inovatif.

4. Mendorong Kolaborasi

       Literasi digital mendukung kolaborasi dan komunikasi antar siswa melalui platform online, dimana siswa dapat bekerja sama dalam proyek-proyek kelompok meskipun berada di lokasi yang berbeda. Hal ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan kolaboratif, yang sangat penting dalam pembelajaran berbasis deep learning.

5. Mendorong Inovasi Pembelajaran dan Media Pembelajaran Kreatif

       Literasi digital mendorong inovasi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan alat seperti aplikasi pembelajaran interaktif dan platform e-learning untuk membantu siswa belajar dengan cara yang lebih menarik dan responsif untuk memenuhi kebutuhan dunia nyata. 

Selain itu, literasi digital membantu siswa mengekspresikan idenya melalui simulasi, video, atau aplikasi lain yang menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam proses pembelajaran. 

Bagi guru, literasi digital membuka peluang untuk menciptakan media pembelajaran yang lebih kreatif, seperti menggunakan video pembelajaran ataupun presentasi interaktif menggunakan Canva. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa, tetapi juga memfasilitasi pemahaman konsep-konsep kompleks dan mendukung pembelajaran mendalam yang sesuai dengan pembelajaran berbasis  deep learning.

       Namun, terdapat tantangan untuk meningkatkan literasi digital yang efektif dalam mendukung implementasi deep learning, yaitu:

  • Adanya kesenjangan akses teknologi, karena tidak semua siswa memiliki akses yang sama ke internet dan perangkat teknologi.
  • Adanya keberagaman keterampilan digital siswa, karena ada siswa yang sangat mahir menggunakan teknologi dan ada siswa yang kurang mahir.
  • Kurangnya pelatihan kepada guru terkait penggunaan teknologi dan strategi literasi digital untuk mendukung pembelajaran deep learning
  • Adanya masalah terkait privasi dan keamaan data

Kesimpulan       

Literasi digital berperan penting dalam pembelajaran deep learning dan menjadi kunci untuk mencapai pendidikan berkualitas di era digital saat ini. Keterampilan digital yang baik memungkinkan siswa, guru, atau masyarakat umum untuk mengakses informasi dan pengetahuan secara global, berkomunikasi secara efektif, mendorong kolaborasi dan pertukaran ide, mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan meningkatkan informasi. Hal ini memfasilitasi evaluasi dan memungkinkan untuk membantu berkreasi secara kreatif dan inovatif. Keterampilan digital yang baik juga memberikan pengetahuan tentang penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan etis. Dengan literasi digital, pembelajaran di sekolah diharapkan menjadi lebih mendalam, aplikatif, serta sesuai dengan kebutuhan zaman yang semakin kompleks.

Referensi:

Cynthia, R. E & Hotmaulina, S. (2023). Melangkah Bersama di Era Digital: Pentingnya Literasi Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Tambusai. 31712-31723.

Dewi, Z. R &Sunarni. (2024). Peran Literasi Digital dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Adaptasi dan Transformasi di Era Digital. Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan. 4(1): 9 -- 14.

Restianty, Ajani. (2018). Literasi Digital, Sebuah Tantangan Baru Dalam Literasi Media. Jurnal Kehumasan. 1(1): 72 -- 85.

Ningsih, I., Widodo, A., & Asrin, A. (2021). Urgensi Kompetensi Literasi Digital Dalam Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan. 8(2): 132-139. DOI: https://doi.org/10.21831/jitp.v8i1.35912

Rahmawati, A. Z. (2023). Peningkatan Literasi Digital untuk Masyarakat Berbasis Era Teknologi Informasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 1(1): 12 -- 20.

Sihombing, A.S., Rafly, S. R & Ichsan, F. R. (2024). Peran Guru Dan Pendidik Dalam Menumbuhkan Literasi Digital dan Mendukung Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik. 1(3): 360.370. DOI: https://doi.org/10.61722/jmia.v1i3.1462

Stevani, A. M & Nursiwi, N. (2024). Optimalisasi Literasi Digital untuk Mencapai Pendidikan Berkualitas Menuju Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. 2(4): 216 -- 222. DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.11158152

Syahputra, T. A & Muhammad, I. P. N. (2024). Peran Inovasi Teknologi dalam Meningkatkan Literasi di Era Digital. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah. 3(4): 2402 -- 2412.

Tasliah, A. L., Nuraeni, A & Rachman, I. F. (2024). Literasi Digital: Kunci Menuju Pendidikan Berkualitas Melalui Perspektif SDGS 2030. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik. 1(3). 154 -- 165. DOI: https://doi.org/10.61722/jmia.v1i3.1385

Wulandari1, E. P & Achmad, M. (2023). Kegiatan Literasi Sebagai Upaya Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan. 9(12): 183-192. DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.8078601

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun