Pentingnya membayar utang secara prioritaskan dibandingkan dengan menyedekahkan uang. Pentingnya melunasi utang juga ditekankan dengan menyebutkan bahwa dalam agama Islam, Rasulullah tidak berkenan untuk menyalati orang yang meninggal dalam keadaan memiliki utang.Â
Dosa utang tersebut tidak bisa diampuni oleh Allah kecuali jika utang tersebut diikhlaskan oleh pemberi utang. Jika seseorang memiliki uang yang cukup hanya untuk menafkahi keluarganya, maka disarankan untuk tidak menyedekahkan uang tersebut karena itu meninggalkan kewajiban yang lebih penting (menafkahi keluarga) untuk suatu yang dianjurkan (sedekah).
Kesimpulan: membayar utang memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada menyedekahkan uang, kecuali jika seseorang memiliki harapan lain untuk membayar utang tersebut, atau jika uang yang akan disedekahkan tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan wajib lainnya.
Barakallahu laka fi ahlika wa malika. Artinya: "Semoga Allah memberkatimu pada keluarga dan hartamu." (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 407).
Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Utang#:~:text=Utang%20(bentuk%20tidak%20baku%3A%20hutang,yang%20memberikan%20utang%20disebut%20kreditur.
https://id.wikipedia.org/wiki/Sedekah
https://www.nu.or.id/nasional/bayar-utang-atau-sedekah-dulu-simak-penjelasannya-Xy1dU
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI