Mohon tunggu...
EVI SUSILOWATI
EVI SUSILOWATI Mohon Tunggu... Guru - Kepsek SDN Bitung Jaya 02

Hobi saya cenderung masak makanan yg simple dan menyanyi keroncong.

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Hidangan Istimewa di Jumat Berkah Barokah

24 Mei 2024   14:48 Diperbarui: 24 Mei 2024   15:06 213
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Input sumber Gambar Hidangan Istimewa di Jumat Berkah Barokah Keluarga Azhari. 

By: Evi Susilowati

Sejak kemarin aku anteng di depan laptop mengerjakan tugas PMM yang belum juga kelar-kelar hehehe mumpung lagi long weekend cuti bersama nih. Tapi biasanya kalau sudah anteng depan laptop pasti males masak dan beres- beres . Mau makan tinggal beli, beres- beres rumah tinggal nyuruh endingnya semua yang di rumah jadi protes habis-habisan. 

Pagi tadi badan terasa pegal , mungkin efek lembur di depan laptop. Anak-anak dan suami tumbennya habis sholat subuh tidur lagi mungkin ini karena begadang nonton film horor di malam Jum'at. Meskipun badan pegel jadi ibu negara mah tetep kudu siap siaga. Sambil ngeliwet, kulanjutkan mengerjakan tugas PMM...anteng maniing. "Awas gosong nasimu Vi..." Kata hatiku. Aih... ternyata beneran gosong. "Ya wis...tak pateni kih laptop" kataku sambil rada kesel. 

Tiba-tiba suamiku bangun dan menghampiriku di dapur. " Masak apa Ma, lapar nih" katanya. Wah... bingung juga belum ada makanan, adanya juga nasi gosong . 

" Minum air kurma saja dulu ya Pa, mama belum masak"kataku. Biasanya jam 6 aku sudah siap masakan buat sarapan sekaligus untuk siang. Tapi karena sambil mengerjakan tugas akhirnya ya gitu seperti yang kubilang.  

Sambil buang sampah di kebun belakang rumah, mikir mau masak apa, bingung karena males keluar rumah. Eh lihat bunga pepaya lebat sekali. Sepertinya dia menggodaku agar memasaknya. Ide bagus, hari ini aku masak yang ada di rumah saja. Tauco ada, bawang cabe tomat terasi ada, ikan asin ada, ikan dendeng juga masih ada...ah cukup lah itu saja yang dieksekusi jadi santapan lezat untuk hari ini. Jadi menu hari ini adalah oseng kembang pepaya gandul, goreng ikan dendeng dan sambal tauco. 

Kupetiki kembang gandulnya lumayan dapat semangkok, cuci di air mengalir dalam wadah saringan, lalu direbus terlebih dahulu. Sambil merebus aku mencuci dan menjemur pakaian. Beres menjemur, kembang gandul pun lunak sudah. Emak - emak emang keren serba bisa dan sigep luar biasa. Kusiapkan bumbu untuk 3 menu. Bumbu ringkes cukup cabe, bawang merah, bawang putih, dan tomat. Kalau kata orang tua mah itu bumbu sapu jagad bisa untuk masakan apa saja sudah bikin enak. 

Pertama yang kumasak adalah dendeng ikan bawal khas Serang. Ini kubeli 2 minggu yang lalu di depan rumah sakit Benggala, Serang. Rasanya khas maknyus, kalau penasaran silakan nanti beli ya. Awas ada trik memasaknya lho supaya hasilnya uenak ga keras. Kebetulan ini ada dendeng dagingnya selembar jadi ga masalah masaknya aku satukan. Oke aku mulai masak, bahan-bahan yang disiapkan:

1. Dendeng ikan/ daging 1/4 kg potong sesukanya. 

2. Bawang merah iris 7 siung

3. Bawang putih iris 3 siung

4. Cabe secukupnya sesuai selera

5. Minyak 1/4 liter

Cara memasaknya:

Panaskan minyak di wajan, lalu masukkan irisan bawang merah, bawang putih, dan cabe berikut dendeng ikan atau dagingnya. Oseng terus sampai bawangnya menguning. Jika bawang merah dan putih menguning tandanya ikan atau dagingnya matang. Angkat dan tiriskan. Sajikan di piring. 

Masakan selanjutnya adalah sambal tauco. Tauco yang aku masak adalah tauco khas dari Cikupa Tangerang, tauco buatan Bah Abok. Rasa tauconya maknyus, ini makanan legendaris dari masa kecil ayah ibuku nurun ke aku sampai anak-anakku juga suka.

Dendeng daging/ ikan dari Benggala Serang juga legendaris ibuku yang berasal dari kota Serang. Kali ini menunya legendaris dari kakek nenekku.  

Oke aku siapkan masakan yang ke dua yaitu sambal tauco plus leunca. Kebetulan di kebun belakang rumah ada leunca meskipun ga banyak lumayan lah. Bahan-bahan yang kusiapkan:

1. Tauco 2 bungkus/ kira-kira 4 sendok makan

2. Leunca secukupnya

3. Cabe rawit+ merah sesuai selera

4. Tomat kecil 1 buah

5. Bawang merah iris 5 siung

6. Bawang putih iris 1 siung

7. Terasi secukupnya

8. Gula merah secukupnya

9. Garam secukupnya

10. Minyak sayur 3 sendok makan. 

Cara memasaknya:

Tumis bawang merah bawang putih sampai wangi lalu masukkan terasi, tomat, dan irisan cabe. Setelah tumisan layu, menguning dan mewangi masukkan tauco , gula merah dan garam sedikit saja kalau kurang asin karena tauco biasanya sudah terasa asin. Tambahkan air segelas biarkan mendidih tunggu agak berkurang airnya lalu masukkan leunca sampai setengah masak. Kemudian hidangkan di mangkuk. 

Nah siap mengeksekusi kembang pepaya gandul maknyusnya. Bahan-bahan yang disiapkan yaitu:

1. Rebusan kembang pepaya gandul 1 mangkok

2. Ikan asin teri medan 2 sendok makan

3. Bawang merah iris 7 siung

4. Bawang putih iris 3 siung

5. Cabe merah dan rawit secukupnya

6. Tomat 1 buah

7. Gula merah secukupnya

8. Minyak sayur 5 sendok makan

Cara memasaknya: 

Panaskan minyak di wajan lalu tumis bawang merah dan bawang putih iris aduk sebentar, ikan asin teri medan aduk / oseng sampai menguning dan wangi. Kemudian masukkan cabe merah, tomat, gula merah , aduk rata lalu masukkan rebusan kembang pepaya gandulnya. Oseng terus lalu beri air 1/2 gelas kira-kira 100cc, jangan lupa beri garam secukupnya. Setelah masakan bercampur dan airnya menyusut angkat dan hidangkan. 

Ketiga masakan tersebut siap disantap menemani nasi yang gosong tadi . Meskipun sedikit gosong masih tetap enak loh, anggap saja makan nasi bakar hahaha. Masakan selesai, anak-anakku yang baru bangun ribut dan bertanya "Masak apa Ma... Wangi , jadi lapar nih"

 Kusuruh mereka mandi terlebih dahulu, lalu kami pun makan pagi jelang siang bersama dengan menu dadakan yang istimewa di Jumat berkah barokah" Alhamdulillah Maknyus". 

Salam literasi!

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun