Aku tersenyum. Aku tahu sebentar lagi aku akan mati.
Dan seharusnya aku sudah mati ketika bunyi letupan senjata api itu nyaring terdengar.
Dor! Dor!
Tapi bukan aku yang terjatuh. Melainkan Jamal dan teman tentaranya. Tubuh keduanya bergedebum mencium tanah.
Sekilas aku melirik ke arah lubang angin yang terletak di bagian bawah dinding benteng. Ada moncong senjata bergerak-gerak dan masih menyisakan asap.
Attaya, kau-kah itu?
***
Malang, 19 Juni 2019
Lilik Fatimah Azzahra
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI