Yulia terdiam.
"Lagi pula, seluruh keluargaku yang tinggal di luar pulau, sangat menyayangi Aisyah. Mereka marah besar ketika tahu aku berniat menikah lagi."
"Lalu sampai kapan aku harus menunggu, Mas?"
"Sampai Aiyah ikhlas dan rela dimadu."
Yulia mendengus. Ia nyaris mengatakan sesuatu. Tapi urung. Karena tiba-tiba saja Marwoto sudah menghujaninya dengan bertubi ciuman.
Bersambung....
***
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!