Efek Samping Pendek
Beberapa orang yang menjalankan diet ketogenik mungkin mengalami efek samping seperti sakit kepala, mual, sembelit, atau diare. Hal ini bisa diatasi dengan mengonsumsi air yang cukup dan menjaga asupan serat serta elektrolit.
Pengaruh Pada Ginjal
Diet ketogenik yang dijalankan secara berkelanjutan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal dan masalah kesehatan pada tubuh.
Tidak Dapat dijalankan oleh Seluruh Orang
Orang yang memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal, hati, atau gangguan otot tidak boleh melakukan diet ketogenik. Selain itu, orang yang hamil atau sedang menyusui diharapkan tidak melakukan pola makan yang ketat dalam diet ini.
Kesimpulan
Diet ketogenik mengharuskan makanan yang rendah karbohidrat dan tinggi lemak untuk menciptakan kondisi tubuh yang disebut ketosis. Hal ini membuat tubuh membakar lemak sebagai sumber energi, bukan karbohidrat. Diet ketogenik dapat memberikan banyak manfaat, seperti menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan jantung. Tetapi juga memiliki beberapa risiko, seperti efek samping sementara dan tidak bisa dijalankan oleh beberapa orang yang memiliki kondisi medis tertentu. Seperti halnya melakukan diet lainnya, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencobanya.
Batu, 2082024
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI