"Akhirnya kita belajar waktu itu, bikin kompos dan memilah-milah sampah. Kita mulailah campaign di sekolah bagaimana membuat tempat sampah yang terpilah"Â Ujarnya seperti yang tercantum dalam E-Booklet 13th SATU INDONESIA AWARDS 2022 - Semangat Bergerak dan Tumbuh Bersama.
Sampai akhirnya, tahun 2009, Ami bersama teman-temannya membuat program Go To Zero Waste School.
Program ini kemudian dibagi menjadi empat bidang pengelolaan sampah, yaitu pengelolaan sampah anorganik, pengelolaan sampah organik, pengelolaan sampah tetrapak, dan pengelolaan sampah kertas.
Hasilnya, lewat pengelolaan tersebut, Ami dan komunitasnya berhasil membuat sejumlah produk berbeda seperti tas dan pupuk kompos.
Berkah Kerja ikhlas si anak sekolah
Niat tulusnya si anak sekolah rupanya menjadi berkah.
Berkah untuk sekolah, berkah untuk lingkungan di sekitar sekolah, berkah orang-orang di sekitarnya, dan berkah untuk kota Bandung.
Tak hanya berhasil mengurangi tumpukan sampah dan tebaran penyakit, lewat program tersebut, Ami dan teman-temannya juga telah berkontribusi menaikkan perekonomian masyarakat lewat produk yang dihasilkan dari sampah.
Ya, Ami memang memberikan edukasi kepada ibu-ibu di sekitar sekolah untuk mendaur ulang sampah, bekerja sama membuat produk dari sampah, hingga membuat desain produk yang menarik para pembeli. Produk-produk tersebut kemudian dijual di pameran serta online store dan hasilnya bisa ditabung atau digunakan untuk kebutuhan sekolah anak-anak mereka.
Perjalanannya menjadi Ratu Sampah juga memberikan sejumlah peluang dan penghargaan baginya, termasuk menjadi salah satu penerima SATU Indonesia Award tahun 2010 silam yang diselenggarakan ASTRA. Â
Lifetime Ratu Sampah