Mohon tunggu...
Edy Supriatna Syafei
Edy Supriatna Syafei Mohon Tunggu... Jurnalis - Penulis

Tukang Tulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Orang (-Orang) Sakit Jiwa

7 September 2018   21:44 Diperbarui: 7 September 2018   22:40 639
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Orang yang menyaksikan punya pandangan miring dengan menyebut Lukman dan putranya tak punya rasa kasihan dengan keledai. Katanya, binatang kecil yang sayogianya dikasihani. Padahal keduanya tidak dalam keadaan sakit.

Lukman dan anaknya kembali mendengar celoteh orang bernada miring itu. Lantas, keduanya menuntun keledai bersama. Lagi-lagi komentar miring datang. Katanya, alangkah bodohnya anak dan bapak itu.

Sosok orang punya penyakit jiwa lebih banyak mengambil posisi nyinyir dalam menyikapi lingkungannya. Bisa jadi hal itu dilatarbelakangi perasaannya yang selalu tertekan.

Bisa jadi pula ia sering mengambil sikap tak nyaman. Ia cepat memberi reaksi minor terhadap peristiwa yang muncul tanpa melakukan cek dan recek. Seperti kala mereka mengomantari Lukman dan putranya bersama seekor keledai. Selalu saja ucapannya menyalahkan.

Memang, orang yang tengah gelap hati kadang tak sadar bahwa mereka tengah kehilangan jati dirinya yang sajati. Boleh jadi sudah tidak waras. Sebab, tidak lagi mensyukuri nikmat hidup. Padahal sudah banyak sekali nikmat yang sudah Dia berikan. Bagi kita, patut direnungkan, nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun