Bobot buahnya 1,2-3 kg dengan ketebalan daging buahnya 3-3,3 cm. Hasil panen rata-rata setiap hektarnya adalah sekitar 36 ton.
2. Clara
Meskipun namanya berbau asing, kultivar melon Clara dihasilkan oleh balai perbenihan yang ada di Indonesia. Melon yang secara resmi diluncurkan pada tahun 2009 ini penampang batangnya berwarna hijau dan berbentuk segi lima tumpul dengan diameter 1,4-1,6 cm.Â
Pada batang ini tumbuh daun yang juga berwarna hijau, berbentuk segitiga, dan ukurannya 18 - 19 Â X Â 24- 25 cm. Permukaan daun ini kasar, karena terdapat sisik dan bulu-bulu halus. Ujung daunnya bulat dengan pinggiran yang tergolong rata.
Tanaman ini sudah mulai berbunga sekitar sebulan setelah ditanam. Bunga tersebut berbentuk teropet ini warna dominannya kuning dan kelopak berwarna hijau.Â
Bunga betinanya akan tumbuh menjadi buah yang siap panen pada umur 68-69 hari setelah penyerbukan. Buah yang dihasilkan berbentuk bola sedikit oval dengan ukuran tinggi 14,1-15,9 cm dan diameter 12,5-14,4 cm.Â
Kulit buahnya berjaring tebal dan rapat, berwarna hijau terang saat baru tumbuh yang kemudian berangsur-angsur menjadi hijau.Â
Daging buahnya hijau terang, keras, dan manis. Ketabalannya berkisar 4,2-4,5 cm. Bobot buah melon Apollo berkisar 1,6-2 kg dengan persentase buah yang dapat dikonsumsi mencapai 86-89 %.Â
Buah ini jika disimpan dalam suhu kamar dapat bertahan sampai 19 hari.Â
Bijinya berbentuk pipih, berwarna krem dengan bobot setiap seribu butirnya mencapai 26-27 gram. Jika dijadikan benih, setiap hektar perkebunan melon Clara membutuhkan 540-545 g biji. Hasil panennya rata-rata mencapai 35,7-45,1 ton/ha.Â
3. Meloni