Setelah Kyulha menghabiskan sarapannya, ia segera berangkat kuliah tanpa pamit. Di saat seperti ini, Kyulha merindukan ibunya yang selalu mendukung Kyulha saat sedang dimarahi atau dihukum ayahnya.
Walaupun Kyulha sempat tidak mau datang ke toko roti milik Nek Ati, pada akhirnya ia tetap memutuskan untuk datang ke toko itu setelah pulang kuliah. Bagaimanapun juga, itu merupakan hukuman bagi Kyulha yang telah melanggar janji. Apabila ia tidak menjalani hukumannya, yang ada ia akan semakin dimarahi oleh ayahnya.
"Wah. Kyulha cantik sudah datang!" seru Nek Ati.
"Iya, Nek"
"Ayo duduk dulu, apa kamu mau minum?"
"Tidak usah. Aku sudah membawa minuman sendiri," ujar Kyulha
Kyulha pun segera merapikan barang-barangnya dan mengganti pakaian. Setelah mengganti pakaian, bukannya bekerja, Kyulha malah duduk-duduk santai sambil memegang ponselnya hingga magrib tiba.
"Kyulha, bisakah kamu membantu nenek membagikan roti-roti ini ke anak-anak di depan?" tanya Nek Ati.
"Yahh. Nek, aku baru saja mau pulang karena ada suatu tugas yang harus aku selesaikan," ujar Kyulha.
"Yasudah. Kerjakan tugasnya dengan baik dan hati-hati di jalan ya!" kata Nenek
"Iya. Terimakasih, Nek."