Mohon tunggu...
Boiman Manik
Boiman Manik Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

C'est la vie

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kelompok Pecinta Pohon

18 Maret 2024   15:16 Diperbarui: 22 Maret 2024   15:44 416
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Photo by Tom Vanhoof on Unsplash   

"Aku yakin kalian akan menyesalinya, lebih baik dihentikan saja."

Pak Olan yang tadinya di sebelahku mendadak hilang. Aku masih mengamati ketua kami dan sang mandor berdiskusi dengan tenang. Tak begitu lama aku mencium bau yang kurang enak, dan asalnya dari sebelahku. Padahal asap rokokku baunya sudah menyengat, tetapi ini berbau sangat busuk.

"Kau yakin melakukan ini?" Tanyaku gamam.

"Tenang saja, ini akan berlangsung cepat."

Aku melihat Pak Olan berdiri dengan tenang, sambil menggenggam sesuatu yang berlendir dan berwarna hitam. Kemudian ia berjalan sejenak, tenang, dan mematikan suara langkahnya. Ia lemparkan gumpalan busuk itu, tepat di wajah ketua kami. Lalu menyeret-nyeret tangannnya di sepanjang baju milik ketua hingga tangannya bersih. Diraihnya lembaran kertas dari sang mandor, dan dibakar dengan korek api miliknya. Sambil berteriak dia menyuruh kami segera melaksanakan penanaman pohon, seketika itu juga kami menuruti perintahnya.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun