Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Freelancer - Arkeolog mandiri, senang menulis arkeologi, museum, sejarah, astrologi, palmistri, olahraga, numismatik, dan filateli.

Arkeotainmen, museotainmen, astrotainmen, dan sportainmen. Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com (tentang arkeologi) dan https://museumku.wordpress.com (tentang museum)

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Manfaat Minuman Teh Bagi Kesehatan

29 Desember 2016   06:02 Diperbarui: 29 Desember 2016   06:08 403
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Minuman teh sudah dikenal sejak lama. Bahkan di beberapa negara, seperti Jepang dan Korea, minum teh biasanya tidak lepas dari tradisi. Di Barat tradisi minum teh juga dikenal orang. Biasanya “waktu minum teh” di Barat berlangsung pukul 16-18 waktu setempat. Lain lagi di Tiongkok. Di sana teh adalah minuman sehari-hari dan diminum kapan saja. Boleh setelah makan, boleh pula kalau haus. Bahkan para tamu pun selalu disuguhi teh.

Teh adalah minuman dari daun tanam teh Camellia sinensis. Sebelum mencapai konsumen, produk teh terlebih dulu mengalami proses panjang yang kompleks dan sulit. Pertama kali daun teh dipetik. Setelah itu dilayukan, digulung, difermentasi, dikeringkan, digiling, dan terakhir dipak dalam kantung kedap udara karena teh mudah busuk.

Barulah teh boleh dikirim ke berbagai tempat. Di sana dilakukan tes oleh para ahli. Langkah berikutnya adalah mencampur berbagai jenis teh untuk menghasilkan teh yang diinginkan oleh konsumen tertentu.

Banyak faktor terlibat dalam pembuatan secangkir teh. Merek, kesegaran, kualitas daun, temperatur air, temperatur teko, dan lama penyeduhan amat memengaruhi kelezatan teh. Menurut Tong Sing (Buku Kebijaksaan China), yang menentukan nikmatnya secangkir teh dan cara penyeduhan yang benar adalah masalah selera.

Rasa, memang amat bervariasi. Orang Tiongkok tidak mencampurkan susu atau gula ke dalam minumannya, tetapi orang Tibet dan kaum pengelana di utara dan barat Tiongkok justru menambahkan susu, bahkan mentega. Cara menambahkannya adalah langsung di teko tempat menyeduh teh. Sedangkan di Indonesia, terutama Jawa, teh manis hangat (wedang legi) begitu disukai.

Sampai kini Tiongkok dianggap sebagai “surga” tanaman teh. Ada enam jenis teh yang dikonsumsi di sana. Yang paling banyak adalah teh hijau dan teh merah. Teh hijau berasal dari daun hijau yang tidak difermentasi. Hasilnya berupa minuman berwarna kuning pucat. Sementara teh merah difermentasi. Hasilnya berupa cairan pekat. Namun teh merah kalah populer dibandingkan teh hijau.

Selain itu dikenal teh hitam, berasal dari daun hitam yang difermentasi. Hasilnya berupa minuman berwarna kemerahan dengan cita rasa yang kuat. Yang agak asing di telinga kita adalah teh oolong, yakni setengah difermentasi dengan campuran rasa teh hijau dan teh merah.

Yang paling mahal adalah teh bunga, yaitu teh hijau berkualitas tinggi dicampur dengan bunga kering, seperti yasmin, mawar, dan krisan. Jenis lain adalah teh kotak, dalam hal ini campuran teh dibentuk menjadi kotak. Teh kotak populer di Rusia, Tibet, dan kaum pengelana di Tiongkok utara.

Khasiat

Di Tiongkok teh dikonsumsi untuk menambah gairah, membantu pencernaan, dan sebagai minuman segar. Menurut para peneliti medis, teh mengandung kafein, teofilin, dan teobromin yang merangsang sistem syaraf sentral dan mengendurkan otot. Juga mengandung polifenol dan beberapa vitamin B-kompleks. Polifenol atau tanin adalah zat anti oksidan yang memberikan rasa pada teh. Tetapi kalau kebanyakan malah tidak baik bagi kesehatan.

Secara spesifik, orang Tiongkok menganggap teh hijau paling banyak memiliki khasiat. Selain membantu pencernaan, teh hijau baik bagi penglihatan, menenangkan syaraf, merangsang otak, menguatkan pembuluh darah, menghilangkan lemak, melegakan tenggorokan, melawan racun, membunuh mikroorganisme, menyembuhkan diare, dan melancarkan fungsi ginjal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun