Ayundaku menimpali sambil tangannya mengeruk sambal dengan sendok dan menjatuhkan sambal itu di piringnya.
Aku yang begitu girang, masih berusaha menahan semuanya. Dadaku dipenuhi rasa syukur.
Dian: Iya, Bu... saya juga suka sambal ini. Saya sering membuatkan sambal ini untuk eyang kakung saya."
Pada kutipan tersebut dijelaskan bahwa tokoh Dian yang merupakan pacar dari tokoh utama, ia adalah orang pertama yang mengoyahkan tahta Sambal Keluarga tersebut.Â
Pada kutipan tersebut juga dijelaskan bahwa sambal tersebut adalah sambal Keluarganya yang katanya rasanya enak sekali padahal di balik itu semua terdapat  maksud yang tersembunyi yaitu tidak ada orang yang berani makan sambal tersebut karena setiap orang baru memakan sambal tersebut pasti terjadi malapetaka bagi orang tersebut.
"Napasku seperti berhenti. Aku melihat satu adegan ringan tapi tajam. Tangan Dian mengambil sebotol kecap, dengan pelan ia menuangkan kecap itu di atas sambal yang sudah berada di piring makannya. Dengan tenang ia berkata. Dian : Tapi saya paling suka kalau ditambah kecap."
Pada Kutipan tersebut dijelaskan bahwa tokoh Dian berhasil memecahkan tahta Sambal Keluarga pada posisi pertama, akan tetapi disini Dian menambahkan kecap pada sambal yang akan ia makan sehingga membuat bapak, Ibu dan semua yang ada di meja makan tersebut terdiam.Â
Karena mereka terkejut dengan apa yang dilakukan Dian. Akan tetapi mereka tersenyum dan mulai mengeluarkan kalimat kalimat guna mencairkan suasana, dengan begitu Dian akan tenang dan ikut menimpali pembicaraan dengan keluarga tersebut. Dengan demikian Dian merupakan orang pertama yang berhasil memecahkan tahta Sambal Keluarga.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI