F. Metode DialogÂ
Metode dialog merupakan metode pendidikan yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara murid dan guru. Al-Syibani mengungkapkan bahwa metode dialog adalah metode yang didasarkan atas dialog dengan mengadakan pertanyaanpertanyaan dan jawaban-jawaban bertujuan untuk sampai pada kebenaran atau fakta yang tidak mengandung kritik dan perbedaan.Â
Proses metode dialog ini dalam pendidikan komunikasi, orang tua bertanya dan anak menjawab demikian juga sebaliknya anak bertanya dan orang tua menjawab. Hal ini mencerminkan komunikasi dan interaksi edukatif sedang berlangsung secara demokratis dengan melibatkan semua individu dan tidak ada yang pasif. Bentuk dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara orang tua dan anak dalam proses bimbingan pendidikan.Â
Tidak diragukan lagi bahwa metode dialog termasuk salah satu metode penting dalam pendidikan, karena metode ini mempunyai peranan cukup penting dalam meningkatkan pemikiran bagi anak. Di samping itu metode dialog ini dapat mengembangkan sikap menghormati ide-ide orang lain dan dapat menolak fanatisme pemikiran.
Komunikasi dalam keluarga antara orang tua dan anak berfungsi untuk mengajar anak hingga remaja, ditinjau dari prosesnya terdapat dua komponen: pendidik atau orang tua sebagai komunikator dan siswa atau anak sebagai komunikan. Oleh karena itu, komunikasi yang digunakan untuk mendidik biasanya mengandung pesan yang dimaksudkan untuk mempengerui. Metode pendidikan komunikasi keluarga melibatkan kesiapan untuk berbicara terbuka tentang semua hal yang terjadi dalam keluarga, termasuk hal-hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.Â
Mereka juga harus siap untuk menyelesaikan masalah keluarga melalui pembicaraan yang dilakukan dengan keterbukaan, kesabaran, dan kejujuran. Anggota keluarga sangat bertanggung jawab untuk "berbicara" satu sama lain, yang mencakup aspek komunikasi verbal dan non verbal, dan dengan cara-cara ini membantu setiap anggota memperoleh konsep diri yang kuat, terutama, anak-anak muda atau remaja.
Devya Sabila Fadly
22010400133
Komunikasi Islami | FISIP
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H