Mohon tunggu...
Andriy Shevchenko
Andriy Shevchenko Mohon Tunggu... wiraswasta -

Berfikir Secara Logika | Forza Indonesia | Forza Milan

Selanjutnya

Tutup

Bola

Jokowi dan SBY Tentang PSSI

7 April 2016   00:28 Diperbarui: 7 April 2016   00:38 743
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

ragam penolakan dan opini sepak bola profesional tanpa APBD terus disuarakan. namun kombinasi Nurdin Halid-PSSI-Bakrie tak bisa dirobohkan. Mereka tetap dengan pendiriannya, sepak bola harus pakai APBD. Persis seperti kata SBY, rakyat lelah, letih, lesu dan lemah. eh? kira-kira begitu.

gerakan penolakan ini memuncak ketika sekelompok sporter melalukan demonstrasi terpadu. Ini sekaligus akumulasi dari serangkaian kekecewaan masyarakat pada rezim SBY yang tidak memiliki wibawa sama sekali di mata PSSI.

pengusaha yang pro perubahan juga bersatu untuk revolusi PSSI. hingga pada 2011 terbentuklah Liga Primer Indonesia (LPI) yang mengusung liga tanpa dana APBD.

PSSI di bawah antek Nurdin Halid meradang. mereka tidak mau mengakui LPI dan liga tersebut dianggap ilegal. namun LPI terus berjalan. PSSI kembali mengancam akan memberikan sanksi berat pada semua klub, pemain dan perangkatnya yang terlibat di LPI. Pun LPI tetap berjalan. no hard feeling. hingga puncaknya, PSSI melarang semua pemain LPI berlaga membela tim nasional Indonesia. di mana SBY saat terjadi diskriminasi dan kesewenang-wenangan ini? mungkih sedang menyelesaikan album terbarunya.

dalam situasi seburuk itu, pemerintah diam saja. tak berani melakukan apa-apa. Indonesia takut dengan PSSI. ya, sekali lagi negara ini takut dengan PSSI.

akhir dari perseteruan ini sempat menumbangkan Nurdin Halid dan antek-anteknya. namun seperti yang saya ceritakan pada artikel sebelumnya, La Nyala Mattaliti membuat gaduh dan membentuk KPSI. Membuat PSSI tandingan. Sehingga kalau disederhanakan, PSSI kembali dikuasai oleh antek Nurdin Halid seperti La Nyala dan Hinca setelah difasilitasi oleh Roy Suryo. PSSI hasil revolusi hanya menyisakan Djohar Arifin sebagai ketua boneka, yang semua wewenangnya dikendalikan antek Nurdin Halid. Dan mereka kembali memperjuangkan sepak bola disubsidi APBD.

selama rezim SBY ini, entah berapa ratus pemain tidak digaji oleh klub. mereka terus dipaksa bermain, sementara klub tidak pernah membayar.

beberapa pemain asing meninggal karena sakit dan tidak memiliki dana berobat. Gaji Diego Mandieta (Paraguay) sebesar 131 juta baru dibayarkan setelah pemain tersebut meninggal dunia. Jenazah Salomon Bogoundo (Kamerun) bahkan sempat tertahan di bandara selama 2 minggu, baru kemudian PSSI mau menanggung biaya pemulangan jenazahnya. lalu di mana SBY saat itu? diam saja.

nasib lebih baik dialami Moukwele, dikontrak 300 juta tapi hanya dibayar 80 juta. dia menjalani hidup yang berat di Indonesia dan sempat sakit juga. namun beruntung nyawanya tertolong karena sumbangan dana dari rekan setimnya. kemudian dia pulang ke negaranya, Kamerun. tau apa komentarnya sebelum dia pulang? “terimakasih atas bantuan kalian, terutama Mustain. saya kapok bermain di Indonesia.”

selain itu 11 pemain PSMS pernah menuntut keadilan ke PSSI. mereka berdemo meminta gaji yang sudah 10 bulan tidak dibayar. namun apa yang dilakukan PSSI? menolak mereka dan bahkan tak sedikitpun memberi sanksi pada klub. 11 pemain tersebut terpaksa jadi gelandangan di Jakarta. di mana pemeritah SBY? Takut. tak boleh intervensi. see?

Hidayat Berutu, mantan kiper timnas U22 harus menjual medali dan kostum timnasnya untuk berobat. Gajinya 5 bulan tidak dibayar oleh mantan klubnya. demi menyambung hidup dia harus main sepak bola antar kampung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun