Mohon tunggu...
Deny Oey
Deny Oey Mohon Tunggu... Administrasi - Creative Writer

Seorang pembelajar, pecinta alam dan penikmat makanan pedas. Sesekali mengkhatamkan buku dan membagikan pemikirannya dalam tulisan. Beredar di dunia maya dengan akun @kohminisme (IG) dan @deNocz (Twitter).

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Balada Anak Rantau

12 April 2023   19:42 Diperbarui: 12 April 2023   19:53 1353
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dering telepon (sumber: Okezone )

Fauzi kembali menghela napas. Ibunya adalah contoh wanita sejati karena membuat laki-laki, termasuk anaknya sendiri, harus peka.

"Iya bu, nanti aku kirimin uangnya ya," jawab Fauzi. Terdengar nada berat hati walau hanya sekelibat.

"Aduh, nak. Jangan repot-repot, tapi kalau kamu mau kirim nggak apa-apa. THR kamu bentar lagi turun juga, kan."

Fauzi tersenyum kecut. Masih teringat di akhir bulan tepat setelah dia terkena layoff, ibunya meminta kiriman uang untuk memperbaiki rumah.

Ditambah lagi, ibunya adalah anak pertama di keluarganya. Adik-adik ibunya dengan anak-anak dan cucunya akan datang, artinya butuh salam tempel yang banyak.

Suara di ujung telepon (sumber: Detik )
Suara di ujung telepon (sumber: Detik )

Meski demikian, Fauzi termasuk anak berbakti yang mengutamakan keluarganya. 'Rezeki masih bisa dicari', begitu pikirnya. Sayangnya, cicilan motor dan sewa kosan membuat dompetnya kian tipis.

"Ya sudah, ibu pamit dulu ya. Oh iya nak, gamis yang ibu mau itu murah kok, harganya cuman sekitar 150 ribuan, kamu kirim segitu aja ya. Sisihkan buat kamu sendiri, jangan lupa. Wassalamualaikum."

Fauzi tesenyum getir, mungkin ibunya tak tahu saldo di rekeningnya tinggal Rp 158.000. Dan kini uang tersebut sudah bukan miliknya lagi.

"Iya, bu. Waalaikumsalam..."

CCEEETTTRREEEKKK!!

Tiba-tiba listrik di kosannya mati. Ternyata token di kamar Fauzi sudah habis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun