Menurut player yang sering mendapatkan status sebagai Impostor, kemampuan berargumentasi atau menciptakan alibi adalah kunci untuk lolos dari tuduhan. Jika sudah demikian, peluang untuk menang semakin besar.
Hal ini juga berlaku pada permainan Werewolf. Demi menyelamatkan diri, pemain yang menjadi Were Wolf harus membuat argumentasi yang tepat agar ia tidak dibunuh.
Hal ini juga berlaku bagi status lainnya, seperti Guardian, kenapa ia harus menyelamatkan pemain lain meski ia tidak tahu bahwa pemain itu ternyata bukan Villager. Begitu pun dengan Villager, si pemain harus berupaya keras untuk menyembunyikan jati dirinya agar tidak menjadi makanan empuk Were Wolf.
Para Good Side dan No Side juga harus menguatkan argumentasinya dalam upaya menemukan siapa yang menjadi Were Wolf. Menariknya, pihak No Side juga bisa menentukan argumentasinya untuk membuat salah satu pihak, entah Good Side atau Bad Side harus ia bela--dan berpeluang menang.
Namun, ada yang membuat permainan Werewolf lebih komplit dibandingkan Among Us. Di permainan Werewolf setiap pemain harus menentukan siapa dirinya untuk menutupi jati diri yang sebenarnya.
Selain itu, juga ada pertanyaan paling berat yang biasanya hanya muncul di pikiran sendiri, yaitu "bagaimana ia menemukan were wolf". Bahkan, pertanyaan ini juga berlaku untuk menemukan 'serigala yang belum bangun', agar ia nanti tidak menjadi Were Wolf yang dapat mengalahkan Good Side.
Artinya, dampak yang dimunculkan pada permainan ini sangat menarik. Para pemain yang terlibat harus dapat berpikir secara rasional alias merunutkan hukum sebab-akibat.
Jika ini mampu dicapai, maka kemampuan dalam berargumentasi akan diperoleh saat memainkan permainan ini. Meskipun gim Among Us lebih sederhana, tetapi permainan ini juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk belajar hal baru dalam proses bermain--selain mencari hiburan.
Lalu, apakah ada dampak lain?
Jika dilihat dari sisi Werewolf, ada dampak lain yang dihasilkan oleh permainan ini. Dampak itu adalah ajang latihan berseni peran.