Sebenarnya keputusan ini tak sepenuhnya salah jika penerapannya benar, dan andaikata mereka tetap percaya diri bahwa kasus covid-19 bisa ditekan pertumbuhan grafiknya. Salah satu caranya adalah menempatkan suporter dengan cara duduk seperti pemain-pemain cadangan yang saat ini sering terlihat duduk secara berjarak di tribun--diawali oleh Bundesliga.
Baca juga: Ada 7 Penampakan pada Restart Bundesliga 2019/20
Kali ini suporter harus tidak bergerombol kecuali bersaudara atau bersama keluarganya. Peraturan harus seketat itu, bahkan meski ada perayaan gol. Mereka benar-benar harus diawasi, bahkan diingatkan.
Terlepas dari hasil tes pra-pertandingan kepada suporter, mereka tetap harus diberikan sistem yang berbeda ketika di dalam stadion. Itu juga demi keselamatan mereka dan tentunya pihak lain termasuk para pemain.
Perizinan suporter kembali di tribun juga sebaiknya mengikuti statistik kasus di negara tersebut. Bahkan, meski antar daerah berbeda jauh statistik kasusnya, tetap saja pihak pemegang regulasi harus menghindarkan area dalam stadion dari suporter.
Sebisa mungkin regulasi itu adil, biar tidak terjadi kecemburuan sosial antar kelompok suporter. Karena ini juga dikhawatirkan akan membuat adanya oknum-oknum yang nekad masuk ke stadion yang mengizinkan kedatangan suporter tanpa adanya validitas kesehatan.
Bukankah akhir-akhir ini sudah ada orang yang nekad memalsukan surat keterangan sehat dan bebas covid-19? Jika merujuk pada pengawalan regulasi dalam praktiknya di sepak bola, cukup sangsi bahwa pemeriksaan terkait suporter bebas covid-19 bisa berjalan maksimal.
Untuk itulah, sebaiknya kita tidak meniru apa yang terjadi pada sepak bola Australia kemarin. Mencegah tetaplah lebih baik daripada mengobati, walau harus dengan susah payah. Karena ketika sudah sakit, akan lebih susah lagi.
Sebenarnya penggambaran ini bukan bermaksud untuk menuduh suporter sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas potensi penyebaran virus, tetapi ini untuk pencegahan dan demi keselamatan semua pihak. Suporter adalah representasi masyarakat umum yang artinya pihak yang paling rentan untuk menghadapi covid-19.
Suka atau tidak, kita harus menyadari bahwa suporter bukan pemain atau pelatih yang ketika terkena virus corona akan langsung ditangani dan dikontrol oleh tim medis--dari klubnya. Tim medis itu pula biasanya sangat fokus untuk penyembuhan figur-figur tersebut. Kita harus ikhlas untuk mengakui bahwa suporter belum memiliki keistimewaan tersebut.
Untuk itulah, euforia di dalam stadion sebaiknya ditahan dulu. Demi panjang umurnya para suporter semua klub dan negara.