Pasar Keramat
Bagi sebagian orang mungkin akan merasa 'ngeri' kalau mendengar atau membaca kata "keramat". Tapi bagaimana jika kata tersebut dipergunakan sebagai nama pasar? Ya, sedikit terasa aneh dan memiliki kesan seram. Tapi di Kabupaten Mojokerto, Pasar Keramat benar-benar ada. Berdasarkan penelusuran saya di Tiktok dan Instagram, sekilas di pasar ini menjual banyak sekali makanan tradisional. Itulah yang menjadikan saya tertarik untuk pergi ke tempat ini.
Waktu Operasional
Setelah mendapatkan informasi dari akun Instagram "pasar_keramat", ternyata pasar ini hanya buka di hari Minggu Wage dan Minggu Kliwon. Wage dan Kliwon merupakan hari pasaran dalam perhitungan kalender Jawa. Sehingga kemungkinan pasar ini hanya buka selama dua kali dalam satu bulan. Pasar ini buka dari jam 06.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB.
Pada tanggal 12-15 Oktober 2023, saya bersama dua orang teman saya melakukan penelitian di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Setelah melihat jadwal operasional Pasar Keramat di akun Instagram resminya, kebetulan sekali pasar tersebut akan buka di tanggal 15 Oktober 2023. Jadi, di hari terakhir penelitian kami menyempatkan pergi mengunjungi Pasar Keramat.
Lokasi
Kami berangkat pada pukul 05.45 WIB dari basecamp yang berada di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Perjalanan kami tempuh menggunakan sepeda motor selama kurang lebih 30 menit. Sehingga sekitar pukul 06.15 WIB kami sudah tiba di lokasi Pasar Keramat yang terletak di Dusun Pong Boto, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Sistem Pembayaran Unik dan Tempat yang Masih Asri
Sesampainya di sana, kami diarahkan memarkir kendaraan di depan rumah warga. Ya, tempat ini tidak memiliki tempat parkir khusus, sehingga masih menggunakan lahan kosong milik warga untuk parkir sepeda motor. Sedangkan parkir mobil berada di lahan semacam lapangan di luar gerbang dusun. Walaupun masih baru buka, kendaraan pengunjung sudah menumpuk di antrian parkir.
Setelah memarkir kendaraan, kami mengikuti arahan petugas memasuki gang kecil di samping rumah warga. Jalan kecil tersebut mengarah menuju ke gerbang masuk Pasar Keramat.Â
Kami memasuki gerbang bertuliskan Pasar Keramat. Ternyata pasar ini berada di kebun bambu yang rindang dan sejuk. Setelah gerbang masuk, kami diarahkan menuju tempat penukaran koin. Ya, sistem pembayaran di dalam pasar ini menggunakan koin bergambar surya Majapahit yang sudah disediakan oleh pengelola. Jadi, pengunjung harus menukarkan uang tunai dengan koin-koin tersebut. Satu koin memiliki nilai 1Gb, sedangkan 1Gb koin seharga Rp2.000.
Menjual Berbagai Macam Makanan Tradisional
Di pasar ini terdapat banyak sekali stand yang menjual makanan tradisional berbeda-berbeda. Mulai dari makanan berat, jajanan, sampai minuman tradisional.Â
Contoh makanan berat tradisional yang dijual di pasar ini adalah pecel, nasi sambel wader khas Trowulan, sega empog (nasi jagung) khas Pacet, bakso pecel, lontong sate, dan masih banyak lagi. Rata-rata harga makanan berat sebesar 4Gb koin atau setara dengan Rp8.000. Harga ini menurut saya cukup murah untuk sekelas destinasi wisata.Â
Bagi yang suka jajan, di pasar ini juga terdapat banyak penjual makanan ringan atau jajanan tradisional. Contohnya adalah onde-onde, ketan horok, getas, dan masih banyak lagi. Salah satu yang membuat saya tertarik adalah penjual gorengan yang langsung memasak di tempat menggunakan tungku tradisional yang tersusun dari batu bata dan tanah. Buat pengunjung yang pengen memanjakan inner child bisa membeli arbanat dan gulali.
Beberapa minuman yang menarik juga dijual di tempat ini. Contohnya adalah kopi rempah yang diracik langsung di tempat. Es segar yang terbuat dari bahan buah alami juga dijual di sini. Terdapat juga minuman-minuman tradisional lainnya yang tidak mungkin saya coba satu persatu.
Tidak hanya makanan dan minuman, di pasar ini juga menyediakan layanan pijat tradisional yang dibedakan antara pijat jaler (laki-laki) dan estri (perempuan). Pengunjung yang membawa anak-anak juga dapat memberi makan kambing dan kelinci, bermain di playground, dan membeli mainan tradisional. Di salah satu sisi tempat ini juga terdapat panggung bambu yang dipergunakan untuk penampilan kesenian tradisional yang berbeda-beda setiap beroperasinya pasar ini, ketika saya ke sana kesenian yang dipertunjukkan adalah karawitan Jawa.
Mengapa Disebut Pasar Keramat?
Di tengah-tengah tempat ini pengunjung dapat melihat makam yang konon dikatakan sebagai makam keramat. Menurut informasi dari warga sekitar, makam tersebut dihormati dan tidak terkesan 'angker', sehingga oleh warga sekitar dipergunakan untuk usaha pariwitasa kreatif dengan cara menciptakan area perdagangan di lingkungan makam keramat, yang selanjutnya disebut dengan Pasar Keramat.
Saran
- Mengunjungi Pasar Keramat dari pagi memungkinkan pengunjung bisa memilih makanan yang lebih segar dan lebih bervariasi karena ketersediaan masih lengkap.
- Koin tidak dapat ditukarkan kembali dengan uang rupiah, sehingga disarankan untuk menukarkan koin sesuai dengan perkiraan kebutuhan. Pl
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H