Ketika Syam'un tidur, istrinya mengikat dia kuat-kuat, ia pun terjaga, "Siapa yang mengikat aku?"
"Aku yang mengikatmu. Sekedar mencobamu,"Â kata istrinya. Kamudian Syam'un mengibaskan tangannya dan putuslah tali yang mengikatnya.
Kemudian orang-orang kafir itu memberikan sebuah rantai kepada istri Syam’un. Dengan rantai itu istri Syam'un mengikatnya.
"Siapa mengikat aku ?"Â katanya.
"Aku yang telah mengikatmu, sekedar mencobamu,"Â kata istrinya pula.
Syam'un dengan mudah merenggut rantai pada tangannya hingga putus.
"Wahai istriku,"Â kata Syam'un, "Aku adalah salah seorang wali Allah Ta'ala. Tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkan aku, selain rambutku ini."Â Rupanya rahasia kekuatan Syam'un berada pada rambutnya yang panjang.
Tatkala Syam'un tidur, istrinya memotong beberapa ikat rambutnya, berisi delapan utas rambut kepalanya yang panjang-panjang mencapai tanah. Dengan empat utas rambut, wanita itu mengikat kedua belah tangan suaminya, dan dengan empat utas rambut yang lain, diikatnya pula kedua belah kakinya, sewaktu dia tidur.
“Siapa yang mengikat aku?" tanya Syam'un
"Aku yang mengikat, untuk mencobamu,"Â tukas istrinya.
Syam'un meronta, tapi apa daya, ia tak mampu memutus ikatan itu. Selanjutnya, istri Syam'un memberi tahukan hal itu kepada orang-orang kafir. Mereka datang dan dibawalah Syam'un ketempat pembantaian.