Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persatuan merupakan gabungan dari beberapa bagian yang telah bersatu, perserikatan atau serikat, lalu kesatuan adalah perihal satu, Â keesaan, dan sifat tunggal. Berdasarkan pengertian tersebut hal ini mengacu pada keadaan Indonesia yang bersifat majemuk.
Indonesia dikenal sebagai negara majemuk yang berarti terdiri dari berbagai suku bangsa, agama dan bahasa. Keberagaman ini bagai pedang bermata dua dimana bisa menjadi sebuah kelebihan ataupun kelemahan bagi bangsa Indonesia tergantung pada bagaimana masyarakat Indonesia menanggapi perbedaan tersebut.
Jika bangsa Indonesia memiliki kesadaran yang tinggi akan persatuan dan kesatuan, maka dapat tercipta kesejahteraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Perbedaan antara persatuan dan kesatuan terletak dimana persatuan masih berupa proses untuk membentuk kesatuan sedangkan kesatuan merupakan wujud dari persatuan itu sendiri.
Hal ini memiliki makna seperti yang tertulis dalam semboyan kita "Bhinneka Tunggal Ika" yang artinya meskipun berbeda-beda (baik dari suku, ras, agama, bahasa) tetapi tetap satu jua (tetap satu di negara Indonesia).
Dalam penerapannya dikehidupan sehari-hari terdapat faktor-faktor yang mampu mendorong atau menghambat terjadinya persatuan dan kesatuan, yaitu sebagai berikut:
Faktor Pendorong Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia
1. Â Adanya Rasa Senasib dan Seperjuangan
Mengingat sejarah bangsa Indonesia dimana dahulu bangsa Indonesia dijajah hingga akhirnya memiliki keinginan untuk terlepas dari penjajahan tersebut sehingga terjadi persatuan dimana semua bersatu demi menumpas penajajah agar mencapai kemerdekaan. Hal ini juga berlaku hingga sekarang dimana sekarang masyarakat Indonesia bersatu demi mencapai kehidupan yang rukun dan sejahtera.
2. Tekad dan Kemauan untuk Bersatu
Keinginan ini tercantum dalam sumpah pemuda dimana para pemuda pemudi Indonesia mengucapkan ikrarnya demi mencapai kemerdekaan serta persatuan dan kesatuan dari bangsa Indonesia. Sumpah pemuda tersebut berbunyi:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
3. Rasa Cinta Tanah Air
Bentuk cinta tanah air dapat kita lihat pada saat para pejuang dahulu tidak mau negaranya dijajah dan tidak mau tunduk kepada penjajah sehingga melakukan perjuangan demi mempertahankan NKRI. Dalam kehidupan sekarang patutlah kita perjuangkan rasa cinta tanah air dengan menunjukkan sikap-sikap yang mampu membangun negara kita seperti mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari
4. Rela Berkorban untuk Kepentingan Negara
Sikap tersebut ditunjukkan para pahlawan dimana mereka berjuang berperang untuk mempertahankan tanah air dimana jika kita pikirkan mereka bisa saja membiarkan orang lain berperang sementara mereka pergi menyelamatkan diri, keluarga, dan harta benda. Namun mereka sadar bahwa hal tersebut tidak akan membuat masa depan yang baik bagi generasi penerus bangsa yaitu kita sehingga memutuskan untuk membuka masa depan yang cerah sehingga kita patutlah menghormati jasa para pahlawan dan melanjutkan perjuangannya dengan belajar yang giat demi memajukan kesejahteraan Indonesia baik dalam bidang apapun yang kita minati.
5. Sejarah Kemerdekaan
Sejarah yang dimaksud mengacu pada kejadian-kejadian penting seperti sumpah pemuda (28 oktober 1928), proklamasi kemerdekaan (17 agustus 1945), Pancasila dan UUD 1945 (18 Agustus 1945), serta Bhinneka Tunggal Ika (11 Februari 1950). Persatuan ditunjukkan pada bagian dimana para tokoh pejuang berusaha untuk membangun negara Indonesia agar mempunyai dasar dan tujuan yang kuat demi membangun negara yang adil dan makmur.