Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Arsitek - Just a survivor

Just a stroke survivor : stroke dan cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

"Danau Purba" Ochino Hakkai di Narusawa Village, sebagai Situs Warisan Budaya UNESCO

5 Februari 2020   10:34 Diperbarui: 5 Februari 2020   10:39 242
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sepanjang jalan di gang kecil tersebut, sudah banyak toko2 yang menjual berbagai pernak pernik dan panganan2 lokal. Dengan teriakan2 penjual yang menjajakannya. Menarik sekali untukku. Tetapi kami dikejar waktu, jika tidak mau kemalaman sampai di Tokyo.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Mulai memasuki titik wisata dan hanya untuk pejaklan kaki.Sudah banyak toko2 yang menjual panganan local serta pernak pernik souvenir
Mulai memasuki titik wisata dan hanya untuk pejaklan kaki.Sudah banyak toko2 yang menjual panganan local serta pernak pernik souvenir
Suasana wisata semakin terasa dengan banyaknya pengunjung di sana. | Dokumentasi pribadi
Suasana wisata semakin terasa dengan banyaknya pengunjung di sana. | Dokumentasi pribadi
Kami hanya bisa keliling tempat itu selama 1 jam saja, dan kami pun dikejar mendung. Forecast di Jepang, sangatlah tepat, bahkan sampai ke "jam2 nya". Jadi saat itu sekitar jam 3.00 sore, dan menurut forecast jam 4.00 sore, akan turun gerimis perlahan an terus hujan sampai malam.

Hmmmm ......

Aku hanya bisa menikmati pandangan yang unik khas local Jepang. Banyak terlihat wisatawan2 lokal dan manca Negara. Bahkan, banyak wisatawan2 dari Negara2 barat, dengan bahasa non-Inggris, seperti beberapa bahasa dari Eropa.

Mereka menikmati suasana sore yang cerah, walau sebentar lagi akan turun hujan.

Ada 8 kolam disana, merupakan kolam yang mendapat air dari salju yang mencari dari Gunung Fuji, dan menyaring lava berpori beribu tahun lalu dan menghasilkan mata air yang sangat jernih yang dihormati oeh penduduk setempat.

Kami berjalan keliling desa ini, sebuah desa yang sunyi dengan rumah2 kecil, layaknya desa. Ada 8 kolam2 bear yang memang menjadi titik tujuan wisata disana. Tetapi, banyak 1 kolam besar yang memang di garap untuk tempat wisata.

Kolam besar itu dihuni oleh ikan2 Koi besar2, yang dilegendakan sbagai ikan suci. Ikan2 Koi itu terlihat jinak. Jika kita mendekat, mereka bergerak kea rah kita dan memamerkan moncong2nya yang terus bergerak, seraya kelaparan.

Dokumntasi pribadi
Dokumntasi pribadi
Kolam utama yang terbesar, di huni oleh ikan2 Koi besar, dengan air kolam yang sangat jernih. Kita bisa melihat rumput2 didalam kolam, karena bersihnya ait disana.
Kolam utama yang terbesar, di huni oleh ikan2 Koi besar, dengan air kolam yang sangat jernih. Kita bisa melihat rumput2 didalam kolam, karena bersihnya ait disana.
Aku dan Mr. Sugiyama dan istrinya, dengan katar belakang kolam terbesar disana. Cantik, kan (suasana nya)? | Dokumentasi pribadi
Aku dan Mr. Sugiyama dan istrinya, dengan katar belakang kolam terbesar disana. Cantik, kan (suasana nya)? | Dokumentasi pribadi
Kami tidak diperkenankan untuk memberikan makanan2 ikan2 Koi itu. Jadi, kami hanya memandang mereka dengan senyuman, seraya meminta maaf karena tidak bisa memberikan makanan .....

Kolam2 yang lain, sepertinya tidak digarap sebagai titik wisata, dan dibiarkan seadanya. Tujuannya, bukan karena tidak mau menggarap, tetapi untuk menciptakan suasana di masa2 jayanya, sebagai "kolam purba".

Kolam2 itu dibiarkan rerumputan menyemak, dan bahkan di beberapa kolam tidak terlihat sebagai sebuah kolam, karena hampir semua bagian tertutup semak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun