Terima kasih Daddies
Bagaimana cerita ganda putra Indonesia? Seperti sudah kita ikuti perkembangannya baik langsung maupun tidak langsung, pada edisi kali ini, Indonesia gagal meraih medali. Hasil ini tentu tak sesuai harapan dan target.
Sektor ini sebelumnya diproyeksikan bisa menyumbang keeping emas bagi kontingen Indonesia. Keberadaan Minions dan Deddies sebagai dua unggulan teratas diharapkan bisa mengakhiri paceklik medali emas Olimpiade Indonesia sejak Markis Kido/Hendra Setiawan merebutnya pada 2008 silam.
Minions terhenti di perempat final di hadapan Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Rekor sempurna di tujuh pertemuan sebelumnya tak bisa menyelamatkan mereka dari kekalahan dua gim, 21-14 dan 21-17.
Pasangan muda Malaysia itu pun kembali membuat publik tercengang dengan merebut perunggu dari The Daddies. Keduanya menjadi juara ketiga setelah melewati pertandingan panjang berdurasi 52 menit dengan skor akhir17-21, 17-17, 14-21.
Aaron/Soh ini sekali lagi membalikkan prediksi dan membuat statistik menjadi tak berarti. Minions adalah bukti pertama. Selanjutnya dipertegas saat menghadapi The Daddies.
Aaron/Soh menyerah dari pemain senior itu di fase grup. Kemenangan The Daddies 21-16 dan 21-19 seakan membuat mereka kembali berada di atas angin saat harus bertemu lagi di laga terakhir di Tokyo. Ditambah lagi dari delapan pertemuan, tujuh diantaranya dimenangi Hendra/Ahsan.
Apa yang dicemaskan pelatih ganda putra, Herry IP ternyata benar. Sebelum pertandingan itu, ia berkata, "Bertemu pasangan Malaysia, belum tentu bisa menang. Atmosfernya berbeda karena sudah perebutan medali perunggu.”
Ternyata, Aaron/Soh yang kini ditangani pelatih asal Indonesia, Flandy Limpele itu berhasil mengatasi status underdog untuk merebut keping medali tersisa. Medali itu sungguh penting. Kekalahan menyakitkan atas Li/Liu di semi final menguburkan harapan mereka untuk menjadi pemain Malaysia pertama yang mampu meraih medali emas.
Namun begitu, dengan meraih medali perunggu pun mereka sebenarnya sudah memiliki banyak cerita untuk dikenang. Mengalahkan dua unggulan asal Indonesia dan memberi negaranya satu-satunya medali yang bisa diraih di sektor bulutangkis.