Apa sih tujuan puasa? Tentu, mencetak manusia yang bertaqwa. Salah satu pelajaran berharga dari ibadah puasa adalah ikut merasakan penderitaan orang lain. Betapa lapar dan dahaganya orang yang sedang berpuasa.
Sama halnya dengan kaum fakir miskin. Mereka tidak tentu makan apa untuk keesokan harinya. Berpuasa mampu membentuk manusia, yang mempunyai rasa empati kepada penderitaan orang lain.
Bagaimana caranya? Orang tua perlu mengajarkan ibadah yang terkesan kecil. Yaitu, belajar menolong orang lain yang membutuhkan. Banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan ibadah tersebut. Seperti, libatkan anak saat orang tua memberikan takjil Ramadan gratis kepada orang lain.
Perilaku tersebut akan menjadi pelajaran berharga untuk anak. Bahwa, di sisi lain masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Maka, anak anda tidak akan segan untuk membantu teman atau orang lain yang membutuhkan pertolongan. Anak anda akan mempunyai rasa empati yang bear.
  Â
Â
Pernahkan kalian melihat anak-anak berlari-larian di depan orang tua yang sedang duduk? Pasti pernah, bukan? Tentu, tidak masalah jika anak-anak tersebut masih balita. Meskipun, orang tua harus memberikan pelajaran berharga buat anaknya. Agar, anak belajar sopan atau mengucapkan permisi pada orang yang lebih tua.
Masalah akan menjadi serius, ketika anak-anak sudah melewati baligh. Sementara, mereka tidak mengenal kata "sopan" di hadapan orang yang lebih tua. Itulah sebabnya, sejak kecil, anak-anak anda perlu diajarkan untuk menghormati orang dewasa. Seperti, mencium tangan keluarga terdekat.
Bukan hanya mengenalkan anak dengan keluarga besarnya. Tetapi, anak-anak akan belajar tentang rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Seperti, apa yang dilakukan para guru di sekolah. Anak-anak belajar mencium tangan gurunya, saat masuk dan pulang sekolah.