"Lha, seharusnya di hari bahagiamu ini, lu harus bahagia, jangan nangis. Say thank to God."
"Tapi... kok sepertinya aku merasa kebahagiaan ini semu ya,Ver."
"Semu kenapa?"
"Hampir setiap ulangtahun, gue selalu di doakan orang-orang baik, salah satunya seperti elo. Mendoakan gue bahagia, mendoakan gue sehat-sehat, mendoakan gue murah rezeki dan mendoakan gue enteng jodoh."
"Trus, salahnya dimana doa-doa itu?"
"Nggak ada yang salah dan semua doa-doa itu gue aminin. Tapi..."
"Tapi, kenapa?"
"Sekarang gue memasuki usia 40 tahun. Lu tau nggak sih, sejak usia gue memasuki angka 23, gue selalu berdoa agar diberikan jodoh yang baik agar gue bisa menikah di usia 25 tahun, usia idaman gue untuk berumah tangga. Â Tapi, sekarang usia gue sudah 40 tahun, and, i'm still single, Ver..."
Gue tidak melanjutkan obrolan karena, gue mendengar sobat gue yang baik ini semakin terisak. Gue pamit baik-baik sambil mengucapkan kembali selamat ulangtahun untuknya.
Itu sekelumit kisah hidup sobat gue yang baik hati. Dia salah satu teman terbaikku. Hidupnya tidak pernah neko-neko. Sebagai perempuan yang asli Jawa (Solo), dia cukup memiliki tata krama yang Njawani alias lembut banget. Intinya, hingga memasuki angka 40 tahun, dia tidak memiliki track record yang buruk dalam kehidupan. Tapi, yang membuat aku bertanya-tanya, kenapa hingga usianya 40 tahun, Tuhan masih belum juga mengabulkan permintaannya untuk mendapat jodoh?
Dia tidak berharap mendapat calon suami yang ganteng, kaya dan juga menjadi incaran cewek-cewek. Permintaannya simple. Pengen dapat suami yang seiman dengannya. That's it!