Mohon tunggu...
Ika Ayra
Ika Ayra Mohon Tunggu... Penulis - Penulis cerpen

Antologi cerpen: A Book with Hundred Colors of Story (jilid 1) dan Sewindu dalam Kota Cerita

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Hama Ini Datang, Lalu Jadi Mangsa Kucing Kami

17 Juli 2021   09:12 Diperbarui: 18 Juli 2021   05:55 1904
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kadal menjadi mangsa kucing peliharaan (foto: dokpri)

Terbukti saat seekor ular bertengger di salah satu gelagar atap, cicak-cicak yang biasanya memangsa nyamuk nakal, tak satu pun yang tampak. Mereka bersembunyi sedemikian rupa.

Beruntung saat itu suami sedang berada di rumah. Ular pun dapat dikuasai, lalu kepalanya dipenggal.

Terkadang, ular juga menampakkan dirinya di pohon, di tali jemuran, atau di depan langkah kaki. Rasa terkejut lumayan membuat saya sport jantung.

Tapi, nyali saya jadi terlatih. Sudah dua kali saya memburu dan memotong-motong ular yang muncul. Tentunya untuk jenis ular pohon atau ular tambang. Kemudian kucing peliharaan menjadikannya menu istimewa. 

Untuk jenis kobra dewasa, biasanya melintas persis di depan ban motor. Kami terpaksa berhenti sebentar, memberinya kesempatan menyeberang jalan. Sebab untuk membunuh kobra, kebetulan sedang tidak membawa senjata atau alat apapun.

2. Tupai

Induk kucing berhasil melumpuhkan tupai (foto: dokpri)
Induk kucing berhasil melumpuhkan tupai (foto: dokpri)
Hewan yang satu ini, pertama kali datang "bertamu", saat saya masih berjualan es pisang ijo. 

Aroma pisang raja yang manis, telah mengundang tupai masuk. Apalagi ada lima sisir pisang yang digantung di dinding. Tupai pun merasa mendapat suguhan istimewa. Hmm, nyam, nyam...

Pengalaman kedua, saat pohon cempedak di depan rumah, sedang "belajar" berbuah. Tupai yang lincah dan gesit ini pun, menggigiti buah yang sebenarnya masih mengkal. Kebetulan buahnya hanya dua. Kami pun gagal menikmati buah endemik Kalimantan ini.

Di lain waktu, tupai juga menjadikan pohon mangga kuini kami yang sedang berbuah, tujuannya mencari camilan. Iya, karena mangga-mangga itu digigit sana sini tapi tidak dihabiskan.

Bahkan pakan ayam berupa biji jagung yang digantung di dinding rumah, menjadi incaran tupai setiap pagi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun