Memang benar bahwa sebagian besar percakapannya berlangsung dalam bahasa Inggris. Ditambah lagi dengan buku-buku yang dia baca, mimpi-mimpi yang dia miliki, tontonan yang dia lihat. Dia praktis hidup dalam bahasa Inggris. Tetap saja, dia merasa sombong untuk menulis novel dalam bahasa yang bukan bahasanya sendiri.
Namun, tidak ingin membuang waktu lagi, dia memaksa dirinya untuk mencoba menulis dalam bahasa Inggris.
***
Ada saat ketika Sang Penulis menulis dalam bahasa Inggris dan merasa tidak puas. Rain Chudori bisa melakukannya, kata suami. Maksudnya untuk menyemangati, tanpa menyadari bahwa kata-kata itu memiliki dampak sebaliknya.Â
Rain adalah seorang jenius, dia siapa?
Waktu berlalu. Ketidakpuasan tetap ada. Dia hampir siap untuk menyebut upaya itu membuang-buang waktu. Dengan keras kepala, dia bertahan, sampai dia menulis sebuah novel dalam bahasa Inggris dengan judul "The Writer and Time" yang membuatnya senang.
Dia siap menunjukkannya kepada dunia, tetapi siapa yang akan menerbitkannya?
Sang Penulis, rupanya masih membuang-buang waktu.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI