Bagi kita pengamat kita tidak menemukan perbedaan antara perahu yang bergerak dengan kekuatan mesin di atas permukaan air yang diam dan tenang, dengan perahu yang hanyut terbawa arus. Jika konsep ini diterapkan kepada relativitas khusus, bahkan relativitas khusus sendiri secara matematis tidak membedakan kedua sistem gerak itu sendiri.
Jika hal yang sama kita terapkan dalam accelerating universe, di mana pada galaksi yang terjauh kecepatan accelerating universe bisa mencapai dua kali kecepatan cahaya bahkan lebih, kita tidak bisa membedakan gerakan kain space-time dengan gerakan galaksi tersebut di dalam kain space-time.
Jadi ketika semesta bergerak dua kali kecepatan cahaya maka yang kita lihat adalah galaksi-galaksi bergerak di dalam semesta sebesar dua kali kecepatan cahaya itu. Maka wajar saja jika dikatakan gerakan galaksi-galaksi sebesar dua kali kecepatan cahaya ini menyalahi relativitas khusus yang menetapkan kecepatan cahaya sebagai batas tertinggi kecepatan bergerak di semesta.
Konsekuensinya, efek-efek relativitas khusus seperti perlambatan waktu, konstraksi panjang, dan penambahan massa hanya dapat kita amati melalui galaksi-galaksi yang hanyut dalam kain space-time dan bukan langsung melalui kain space-time.
Konsekuensi lanjutan dari hal ini adalah bahwa faktor Lorentz yang digunakan dalam perhitungan relativitas khusus harus dianggap sebagai konstanta, dan bukan merupakan akar dari satu minus v kuadrat dibagi c kuadrat, karena pada galaksi-galaksi terjauh v bisa lebih dari c. Jika v lebih dari c, maka persamaan relativitas khusus bisa tidak bekerja.
Agar tetap bekerja, dalam gerak semu galaksi-galaksi lebih dari kecepatan cahaya, maka faktor Lorentz harus dianggap konstanta seutuhnya.
Inflasi Kosmik Butuh Trigger
Teori-teori tentang inflasi kosmik berasumsi bahwa pada titik tertentu sebelum Big Bang, energi yang terikat dalam jalinan ruang berada dalam kondisi metastabil yang memungkinkan bentuk energi ini secara spontan bergulir dari energi potensial tertinggi kepada energi kinetik tertinggi.
Energi kinetik inilah yang menyebabkan Big Bang yang berlangsung sangat cepat, berenergi sangat tinggi, dan mengembang  secara percepatan.
Proses yang sangat cepat, berenergi sangat tinggi, dan mengembang dengan percepatan inilah yang memungkinkan semesta tampak homogen dan isotropik sampai sekarang. Hasil akhir ini adalah hal yang tidak bisa dijelaskan dengan baik oleh model singularitas.
Kami tidak mengajukan argumen tentang inflasi kosmik. Kami melihat energi yang terikat pada ruang, tapi terpisah dari waktu merupakan solusi yang baik untuk masalah tidak adanya magnetik monopole, isotropik, dan homogen. Kami hanya mengajukan pendapat berbeda dengan keyakinan baku yaitu bahwa transformasi energi dari energi potensial kepada energi kinetik pada inflasi kosmik sebelum Big Bang berada dalam kondisi metastabil. Kondisi metastabil memungkinkan transformasi energi secara spontan.