Dulu : kelebihan produksi ASI terbuang begitu saja karena ketidaktahuan bahwa ASI bisa disimpan.
Sekarang : ASIP bisa bertahan sampai 3 bulan dengan penyimpanan yang benar.
3. Asi berwarna bening
Dulu : ASI-nya tidak bagus, tidak membuat anak kenyang.
Sekarang : warna hanya menunjukkan komposisi ASI. Semua ASI apapun warnanya adalah bagus karena diproduksi alami oleh tubuh.
Menyusui adalah sebuah perjuangan, oleh karena itu dibutuhkan dukungan dari suami dan keluarga. Rasa nyaman  sangat menentukan kelancaran ASI.
Pengalamanku memberi ASI kepada 3 anak sebagai berikut:
1. Anak Pertama : setelah melahirkan, produksi ASI sangat lancar, bahkan terbuang. Aku perah namun seminggu kemudian dibuang karena orangtua bilang tidak baik menyimpan ASI. Disinilah letak pengetahuanku yang kurang hehe...
Setelah cuti 3 bulan aku kembali bekerja. Di kulkas ada stok ASI yang tidak lebih dari seminggu. Lama-lama stoknya berkurang, sementara ASIP yang aku bawa dari kantor hanya 200ml bahkan kurang. Karena jarak kantor dan rumah yang tidak terlalu jauh jadi setelah diperah langsung aku suruh tukang ojek mengantar ke rumah. Stok ASI pas-pasan.
Kadang pekerjaan membuatku tidak konsisten memompa ASI, dari biasanya 2x berubah jadi 1x. Lama-lama produksi ASI berkurang. Kuatir dengan produksi ASI yang berkurang ditambah dengan rasa kuatir ketika hanya meninggalkan si kecil dengan Asisten Rumah Tangga, tiba-tiba suatu hari ASI berhenti. Benar-benar tidak ada loh, keluar cuma setetes. Aku bertambah panik dan akhirnya benar-benar berhenti . Jadi anak sulung  minum ASI hanya sampai usia 8 bulan.
2. Anak kedua:Â belajar dari pengalaman anak pertama maka dari awal aku sudah menyetok ASIP. Aku juga berusaha tidak stres karena ternyata beban pikiran sangat menentukan lancar tidaknya ASI. Sejak kelahiran anak kedua kami pindah rumah. Jarak rumah ke kantor sangat jauh. Awalnya baik-baik saja sampai drama para pengasuh bikin otak pusing. Anak 2 masih kecil, dijaga sama pengasuh yang gonta ganti, jauh dari pantauan. Lelah dalam perjalanan dan pikiran membuat perlahan-lahan produksi ASI menurun sampai akhirnya stop pada saat usia si anak tengah belum genap setahun.