Buku yang berisi nama, waktu dan tempat operasi gelap yang dijalankan keluarga Qasillas untuk mengontrol harga bahan tambang di kerajaan mereka. Operasi yang membuat para penambang di desa Florina menjadi putus asa dan mencuri dari pemerintah.
"Aku tidak membunuh warga desamu. Kalian tahu kalau menggelapkan hasil tambang adalah perbuatan ilegal." Ujar Santos tak ingin melanjutkan kebohongannya.Â
"Mereka tidak akan melakukannya kalau bukan karena harga miring yang kau sebabkan. Berikan buku itu, dan akan ku buat seluruh kerajaan ini mengincar kepalamu!" Pisau Selena menusuk semakin dalam ke leher tuan muda.
"Baiklah, tapi singkirkan dulu pisau ini dari leherku."
Selena memindahkan benda itu ke belakang leher Santos sembari berkata,
"Bertindak macam-macam dan kau akan kubuat lumpuh!"
Santos melangkah menuju sebuah lukisan buah-buahan di belakang meja kerja. Ia membuka lukisan bak jendela, nampak sebuah lebari besi yang terkunci dibalik lukisan tersebut.Â
"Harusnya aku sudah bisa menebak,"Santos memutar kombinasi pada lemari itu. "gin dengan perasan jeruk dan ramuan absin, mana ada gadis yang punya selera sepertiku?"
Selena tersenyum,"Kau benar, itu minuman yang menjijikan. Sangat cocok untuk pria menjijikan sepertimu."
"Menyukai karya Fabian, katamu. Gadis mana yang suka membaca tulisan pecundang kesepian seperti dia? Semuanya kau lakukan hanya untuk menjebakku." Seru Santos penuh kekecewaan.
"Jangan banyak bacot, berikan saja buku itu!" perintah Selena tak ingin mendengarkan keluhan pria didepannya.