Kokoh Istana telah melenyapkan ketakutan. Kegembiraan dihadirkan dalam rupa kebersamaan. Rakyat bergembira, pejabat bergembira. Batas tak terasa, satu dalam perayaan kebebasan. Sebuah rumput nan menghijau di depan istana itu menyatukan warga sebagai Rakyat Indonesia. Musik dan lagu yang terus mengalun, membangkitkan siapa saja tergoda menari dan berjoged ria. Wajah-wajah kegembiraan tak padam meski musik sejenak terdiam.Â
Pejabat berjoged, Presiden menari, rakyat menggerakkan tangan dan tubuhnya, ribuan anak-anak meniru beragam gerakan yang dimainkan tentara berseragam. Istana terus bergoyang dalam serangkaian tarian, meski tanpa latihan lapangan di depan Istana berubah menjadi panggung pertunjukan.
Dalam beragam kain dan buasana daerah, seluruh warga merasa terhormat. Tak ada rasa malu, apalagi rendah diri saat segalanya dimulai.
Perayaan kebebasan bangsa dari belenggu penindasan di Istana hari ini adalah pesta kemeriahan rakyat yang terus dirasakan karena hasil perjuangan ribuan pasukan pemberani tak pernah terhenti. Kegembiraan rakyat pun tak pernah berhenti. Perjuangan rakyat tak pernah selesai. Karena kegembiraanm tak pernah dicapai tanpa sebuah perjuangan.
Kini, sebuah Istana yang berdiri kokoh puluhan tahun lalu itu tetap bertahan dan harus tetap dipertahankan. Di Istana itu, rakyat merasakan arti terbebas dari cengkeraman penindasan. Ada kegembiraan dirasakan yang terus terulang dan tak terhenti sampai akhir zaman.Â
Istana itu menjadi negeriku; ada damai, ada senyuman. Dirgahayu Negeriku,Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H