Mohon tunggu...
Sayyid Jumianto
Sayyid Jumianto Mohon Tunggu... Guru - Menjadi orang biasa yang menulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menulis untuk perubahan yang lebih baik

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

[Tantangan Menulis Novel 100 hari] Buku Biru 68

1 Juni 2016   17:21 Diperbarui: 1 Juni 2016   17:30 47
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

“maaf membuat mas patah hati ya?”

“aku baru tahu sedihnya sampai ..”

“ditulis dalam novelmu?”

“aku tahu biru…”

“ya besok habis kerja yam as”

“mengapa?”

“sekolahan kami baru ujian kenaikan kelas mas”

“aku baru tahu juga”

aku diam dan menyudahi telepon ini, janji di warung burjo depan kampus dulu kami.

Siang yang membuat aku merasa bersalah kepada kedua anakku dan terutama pada Yun, aku berpura-pura tidak mengenal mas ganteng tepan di depan hidungnya karena kau malau pada Yun yang kenyataannya aku dan dia sudah pernah bersama lebih hampir dua tahun pacaran, “yang-yangan” kata orang Jogja, walau akhirnya aku yang dulu mencintainya terpaksa “menerima” mas harun karena”sayembara”aku yang kelewat dan inilah takdir aku sekarang.

Aku menunggu di warung burjo yang dulu menjadi saksi bisa cinta berdua kami dan aku tahu dua belas tahun hampir berlalu sekarang adalah nyata suda berganti anaknya sangbapak ternyata sudah meninggal setahun yang lalu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun