Model koboy tak akan disukai banyak pria di Indonesia, ribet, apalagi panjang sampai menutupi mulut. Kalau pas makan terus kepanjangan, bisa ikut kegigit atau kemakan. Model walrus juga terlalu berantakan, jadi ada kemungkinan perpaduan antara walrus dengan model sisir, ya itu, modelnya Stalin.
Model ini punya kelebihan di masa covid-19 ketika orang bergeser dari masker ke faceshield. Dengan model panjang tapi tak mengganggu mulut, kumis ini bisa menjadi bemper dari mendaratnya virus. Apalagi faceshield harus sering dibuka-tutup bagian bawahnya, entah itu pas makan atau pas ngomong pake mikrofon.
Kandidat kedua ya model Chaplin. Ini juga bagus buat menangkal virus, karena menggerumbul di tengah sehingga menghalangi virus masuk lewat hidung. Membentuknya juga gampang, tinggal kerok kiri dan kanan, beres. Masalahnya, Anda punya kekuatan mental untuk punya kumis model ini nggak?
Jadi bagi saya, pemenangnya adalah kumis Stalin. Tidak percaya kumis ini bakal tren?Â
Masalahnya bukan percaya atau tidak, tapi mampu atau tidak. Tidak semua orang punya bakat berkumis seperti ini, termasuk saya. Maunya sih begitu, tapi apa daya, kumis sebelah kiri dan kanan nggak kompak, ada yang lebat ada yang jarang, ada yang tumbuh cepat ada yang malas-malasan.
Kalau ramalan ini terbukti, ada satu orang di Indonesia yang akan menyesalinya; Mas Adam, suaminya penyanyi Inul Darastista yang baru-baru ini dikabarkan mencukur habis kumisnya!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI